Moratorium DOB, Asep Wahyuwijaya Sarankan Masyarakat Bogor Barat Lakukan Pemekaran Desa

Kunjungan anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya ke Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Sabtu 7/11/2020 (dok. KM)
Kunjungan anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya ke Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Sabtu 7/11/2020 (dok. KM)

BOGOR (KM) -Anggota Komisi 5 DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Asep Wahyuwijaya, menyatakan bahwa masalah yang dihadapi masyarakat Kabupaten Bogor bagian barat secara umum berkaitan dengan tuntutan untuk dibentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Barat.

“Salah satu tujuannya adalah untuk mensejahterakan rakyat, dan diharapkan DOB itu akan mampu menjadi instrumen yang menghadirkan kesejahteraan untuk rakyat di Bogor barat,” ungkap politisi yang akrab disapa AW tersebut saat kunjungannya ke Desa Lumpang, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Sabtu siang 7/10.

AW pun memberikan opsi kedua sebelum terwujudnya Kabupaten Bogor Barat yaitu dengan pemekaran desa.

“Hari ini situasinya masih dalam kondisi moratorium [DOB] maka menurut saya berangkat dari pelajaran dari apa yang dirapatkan di Provinsi Jawa Tengah, pemekaran desa bisa menjadi salah satu opsi untuk [mengambil] Dana Desa secara legal dengan cara menarik anggaran dari pusat langsung turun ke desa, karena di Jawa Tengah tuh satu desa 6.000 jiwa, sedangkan di Desa Lumpang ini sudah 12.000 jiwa, yang sudah jelas layak mekar dan yang muda lah yang muncul,” tutur AW.

AW pun membeberkan caranya. “Dengan duduk bersama semua elemen di masyarakat desa, untuk musyawarah mekar, dan selanjutnya tinggal ke [Pemerintah] Kabupaten Bogor untuk diketuk palu. Tinggal duduk bareng dari Ketua Pemuda, RT, RW, Karang Taruna, BPD, Kadus, Sekdes, Kades, dan setelah rapat kuorum untuk musyawarah membelah jadi dua, selanjutnya tinggal ke Kabupaten Bogor (Bupati & DPRD) dalam Rapat Paripurna untuk diketuk palu,” tandasnya.

Advertisement

Sementara itu, di tempat yang sama pendiri sekaligus ketua Yayasan Riyadul Bayan, Muhamad Zuhdi, dalam sambutannya menegaskan bahwa dirinya meminta kepada AW untuk bisa mendorong bahkan membantu Yayasan Riyadul Bayan ini bisa maju dan lebih besar dari sekarang, dan mendorong terbentuknya Kabupaten Bogor Barat dan Pemekaran Desa.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPK (Dewan Pengurus Kecamatan) KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Parungpanjang, Abdul Hakim, yang hadir dalam acara Reses ini, bahwa dirinya “sangat setuju” dengan opsi pemekaran desa, karena menguntungkan masyarakat

“Terkait pemekaran desa, saya sangat setuju karena itu sangat menguntungkan masyarakat di mana dana-dana desa yang langsung ke masyarakat,” kata Abdul.

Abdul pun berharap agar Asep Wahyuwijaya bisa membawa aspirasi masyarakat Parungpanjang ke Provinsi Jawa Barat, dari segi ekonomi hingga pendidikan.

“Harapan saya ke kang AW agar bisa membawa aspirasi masyarakat Parungpanjang ke Provinsi Jawa Barat, mulai dari segi ekonomi sampai ke pendidikan, untuk dapat segera direalisasikan, jangan hanya menyerap dari bawah tapi tidak diperjuangkan,” harapnya.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*