Manajemen PT. ASA Halau Wartawan dari Tugas Meliput Aksi Mogok Kerja Buruh

Hendra, wartawan KM, saat melaporkan DR ke Polres Tanjungbalai terkait pelarangan meliput terhadap wartawan. (dok. KM)
Hendra, wartawan KM, saat melaporkan DR ke Polres Tanjungbalai terkait pelarangan meliput terhadap wartawan. (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Puluhan buruh yang bekerja di PT. Agrindo Sury Abadi (ASA) di Jalan Besar Yos Sudarso Kota Tanjungbalai, Senin 9/11 melakukan aksi mogok kerja dan orasi di depan pabrik tersebut. Namun, nyatanya bukan buruh saja yang mengaku mendapat perlakuan yang semena-mena dari pihak manajemen perusahaan itu.

Wartawan Kupas Merdeka (KM) yang sedang melakukan peliputan di lokasi dilarang oleh salah seorang oknum HRD PT. ASA berinisial DR, yang mengatakan bahwa wartawan tidak boleh meliput aksi mogok kerja yang dilakukan oleh buruh tersebut, seraya menghalangi dan mengusir wartawan dari lokasi aksi.

“Wartawan tidak boleh meliput bang (sambil menghalangi wartawan). Polisi melarang meliput, orang abang di luar saja,” ujarnya.

DR menyebutkan bahwa yang melarang adalah dari pihak polisi.
Namun, saat wartawan menanya siapa nama polisinya, ia tidak bisa menyebutkan nama oknum polisi tersebut. DR juga memanggil pihak security untuk menghalau wartawan.

Advertisement

Hendra, wartawan KM yang meliput di lokasi, mengatakan bahwa perbuatan DR terindikasi melanggar UU Pers No. 40 tahun 1999.

“Dia telah melanggar UU Keterbukaan Informasi dan UU Pers, saya akan melaporkan kepada pihak kepolisian perbuatan dia karena melarang wartawan untuk meliput aksi tersebut,” pungkas Hendra.

Pers/Wartawan dengan segala hak dan kewajibannya dilindungi oleh UU Nomor 40/1999 dalam menjalankan tugas jurnalistik yakni mencari, mengumpulkan, memilih, mengolah berita dan menyajikan secepatnya kepada masyarakat luas melalui media massa, baik yang tercetak maupun elektronik.

Reporter: RBB
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*