“KPU Kota Bogor Goes To Campus” Sasar Mahasiswi Kebidanan

"KPU Kota Bogor Goes To Campus", Sabtu 14/11/2020 (dok.KM)

BOGOR (KM) – Konferensi daring dalam rangkaian program “KPU Kota Bogor Goes To Campus” bertema “Bidan Melek Politik, Rakyat Bijak dan Berdaulat”, diadakan dengan kerjasama KPU Kota Bogor dengan Poltekkes Kemenkes Bandung Prodi Kebidanan Bogor, pada Sabtu 14/11.

“Bidan adalah profesi yang sangat strategis. Mereka hadir pada peristiwa penting kehidupan keluarga di Indonesia. Para bidan sangat berjasa membantu proses kelahiran, sehingga perannya sangat dirasakan masyarakat,” ungkap Ketua KPU Kota Bogor Samsudin kepada awak media.

“Kesan yang mendalam membuat bidan tidak jarang dijadikan rujukan masyarakat dalam memilih, salah satunya pilihan politik. Bidan yang baik pemahaman politiknya, akan berdampak pada baiknya kualitas pilihan masyarakat,” tambah pria lulusan IPB tersebut.

Sementara Kaprodi Kebidanan Bogor Sri Mulyati mengaku sangat senang dan mendukung kegiatan KPU Kota Bogor ini. “Kami sangat senang serta memberikan dukungan dan apresiasi kepada KPU Kota Bogor,” ujar Sri Mulyati.

“Kegiatan ini juga diikuti dengan antusias oleh para mahasiswi. Suasana diskusi sangat dinamis dan hidup ketika forum tanya jawab dibuka moderator,” ungkap wanita berkacamata ini.

Advertisement

“Acara yang bertajuk KPU Kota Bogor Goes To Campus adalah salah satu kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada para mahasiswa yang merupakan bagian dari pemilih pemula atau muda. Ya setelah KPU Kota Bogor mengajar yang menyasar siswa SMP, kegiatan KPU Kota Bogor Goes to Campus kami laksanakan untuk menyasar para mahasiswa,” ungkap Anggota KPU Kota Bogor Divisi SDM dan Sosparmas, Dian Askhabul Yamin.

“Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa ini dilaksanakan dalam kondisi pandemi covid-19. Walaupun tidak bertatap muka secara langsung, namun secara online, tetap tidak menghilangkan esensi kegiatan pendidikan pemilih ini. KPU Kota Bogor berharap kegiatan ini tepat sasaran dan memberi dampak positif bagi pembangunan demokrasi di Indonesia. Jangan sampai demokrasi menjadi korban senyap covid-19,” pungkas Dian.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*