Berkat Dorongan Posko Pengaduan BKPRMI-KM, RSUD Tengku Mansyur Kembalikan Uang Pasien BPJS yang Beli Darah

(dok. KM)
(dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Perjuangan koalisi DPD Badan Komunikasi pemuda Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Kota Tanjungbalai dan Kupas Merdeka biro Tanjungbalai dengan membuka posko aduan pasien BPJS yang pernah berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai membuahkan hasil. Pihak manajemen rumah sakit akhirnya bersedia membayarkan semua dana pasien yang telah mereka klaim ke pihak BPJS cabang Tanjungbalai.

Salah seorang keluarga pasien yang menerima pengembalian uang adalah Ilham Panjaitan, warga Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, suami dari salah seorang pasien bersalin beberapa bulan yang lalu. Ia berterimakasih atas dibukanya posko pengaduan pasien BPJS di depan SMPN 1 Tanjungbalai beberapa waktu lalu. Berkat posko pengaduan tersebut, uang yang dibayarkan olehnya untuk membeli tujuh kantong darah untuk operasi sesar istrinya dikembalikan oleh pihak RSUD melalui Plt Kepala Tata Usaha RSUD Tengku Mansyur, Tiur.

“Perjuangan yang dilakukan oleh tim posko pengaduan pasien BPJS, BKPRMI dan media Kupas Merdeka, sangat besar manfaatnya bagi masyarakat luas. Saya sangat berterimakasih atas pendampingannya serta mendukung penuh agar tim tetap semangat memberikan pendampingan. Hari ini tanpa pemotongan sepeserpun uang saya berjumlah Rp2.520.000 telah dikembalikan oleh pihak RSUD Tengku Mansyur Kota Tanjungbalalai,” tutur Ilham.

Advertisement

Ketua BPKRMI Kota Tanjungbalai Hafiz Eki Prayoga mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa gerakan sosial ini “akan tetap berjalan” selama masih adanya dugaan oknum-oknum tidak bertanggung jawab bermain soal kesehatan masyarakat.

“Kami akan tetap perjuangkan setiap aduan masyarakat mengenai pasien-pasien pengguna BPJS yang pernah berobat dengan dana sendiri, maka kami akan siap jemput seluruh data-data yang berkaitan dengan penggunaan BPJS dan akan menampung seluruh aspirasi, kapanpun,” tegas Hafiz.

“Untuk langkah selanjutnya tim koalisi BKPRMI dan media Kupas Merdeka akan meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban dari Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai, sebagai penanggung jawab atas realisasi anggaran pengklaiman kantong darah serta obat-obatan dan terkait pengobatan pasien bagi pengguna BPJS/KIS aktif,” ujarnya.

Adapun menurut Tiur, pihak Rumah Sakit hanya pelaksana teknis di lapangan, sedangkan terkait pertanggung jawaban sepenuhnya hak jawab oleh Dinkes. Ia juga mengaku bahwa penyelesaian 7 kantong darah ini atas perintah Dinkes Kota Tanjungbalai.

Merespon hal tersebut, Hafiz mengatakan bahwa pihaknya akan menggelar unjuk rasa di depan kantor Dinkes Tanjungbalai.

“Bila perlu kami akan melakukan unjuk rasa di depan Dinkes jika Kadis tidak menanggapi aspirasi kawan-kawan,” pungkasnya.

Reporter: Gus, Risky
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*