Ungkap Dugaan Kecurangan di RSUD Tengku Mansyur Tanjungbalai, BKPRMI dan Kupas Merdeka Buka Posko Aduan

Sofyan (kanan) bersama Hafidz Prayoga Marpaung saat memberi keterangan kepada wartawan Kupas Merdeka, Kamis 22/10/2020 (dok. KM)
Sofyan (kanan) bersama Hafidz Prayoga Marpaung saat memberi keterangan kepada wartawan Kupas Merdeka, Kamis 22/10/2020 (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Menindaklajuti dugaan kecurangan yang terjadi di Rumah Sakit Umum Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai, Hafidz Prayoga Marpaung selaku Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Tanjungbalai bekerjasama dengan biro media online Kupas Merdeka Kota Tanjungbalai akan membuka posko aduan masyarakat Kota Tanjungbalai yang akan didirikan di depan SMPN 1 Kota Tanjungbalai, Jalan Jenderal Sudirman. Hal ini dilakukan guna mengumpulkan bukti dari masyarakat peserta BPJS yang dibebankan pembelian obat-obatan, pembelian darah dan biaya lainnya.

Menurut Hafidz, hal ini perlu dilakukan agar masyarakat peserta BPJS yang pernah dibebankan biaya pembelian obat-obatan, biaya pembelian darah agar mendapatkan uangnya kembali dan ke depannya masyarakat tidak lagi merasakan hal sama dengan dirinya karena seluruh dana ditanggung oleh pihak BPJS sebagaimana mestinya. Hal ini dikatakannya kepada KM kemarin 22/10 sesaat setelah mendatangi pasien BPJS keluarga Sofyan yang diminta membeli beberapa obat-obatan dan sekantong darah saat adik iparnya melahirkan.

Advertisement

“Kami menduga banyak pasien yang diminta membeli obat obatan dengan alasan ketersediaan obat di rumah sakit tidak ada, dengan janji uang akan dikembalikan saat pihak BPJS membayar klaim rumah sakit. Ini kan tidak masuk akal, obat obatan, bius dan darah itu tanggung jawab rumah sakit. Dan kepastian kapan dikembalikan tidak ada. Dan pasien yang datang dari luar kota Tanjungbalai tentu malas datang kembali, uangnya dikembalikan kepada siapa?” ungkapnya.

“Beruntung lah masalah ini mencuat. Kami tahu kapan pengembaliannya dan uangnya sudah saya terima hari Selasa kemarin. Semoga masyarakat yang lain bisa mendapatkan kembali uangnya dan ke depan tidak ada lagi masyarakat yang terzholimi,” harapnya.

Reporter: Hanif, Rizky
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*