Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UNIVA Geruduk Gedung DPRD Medan

Suasana setelah polisi membubarkan aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Medan, Kamis 8710/2020 (dok. KM)
Suasana setelah polisi membubarkan aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Medan, Kamis 8710/2020 (dok. KM)

MEDAN (KM) – Puluhan mahasiswa Universitas Alwashliyah (UNIVA) menggelar aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Kota Medan, Kamis 8/10.

“Seperti yang kita ketahui UU Omnibus Law ini bermula dari usulan Presiden Jokowi pada Oktober 2019 lalu. UU yang dijuluki UU Sapu Jagat ini memicu banyak kontroversi di kalangan masyarakat,” ujar salah seorang mahasiswa UNIVA saat orasi.

“Karena UU tersebut dinilai tidak berpihak kepada kesejahteraan masyarakat khususnya buruh, malah lebih mengindikasikan berpihak kepada para investor dan para tenaga kerja asing,” tambahnya.

“Ya kami memandang pemerintah dan DPR lebih fokus dan mengedepankan kepentingan politik, daripada fokus kepada penanganan covid-19 yang saat ini sedang melanda bangsa Indonesia. Karena pengesahan UU tersebut kurang tepat di tengah pandemi ini,” jelasnya.

Mereka juga menyayangkan “ketergesaan” pemerintah dan DPR mengesahkan RUU ini di saat rakyat sedang fokus ikut membantu pemerintah menanggulangi covid-19 dan berjibaku mempertahankan roda ekonomi rumah tangganya masing-masing.

Advertisement

“Kini kebanyakan rakyat tidak hanya resah akan pandemi, tetapi juga resah dan khawatir atas dampak yang akan mereka alami atas disahkannya UU ini. Situasi seperti ini berpotensi menggerus sistem imun rakyat. Fokus kita jadi terpecah-pecah akibat disahkannya RUU ini,” ujarnya.

“Oleh sebab itu kami mahasiswa UNIVA Medan menyatakan mosi tidak percaya kepada Presiden dan DPR-RI, mengecam keras pihak-pihak yang mendukung pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak dan membatalkan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang sudah disahkan,” tegas orator pada aksi tersebut.

Wartawan: Rizky
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*