Sekjen PAN: “Omnibus Law Punya Manfaat Besar, Kedepankan Dialog Ketimbang Turun ke Jalan”

Anggota DPR RI Partai Amanat Nasional (PAN) Edi Suparno (dok. KM)
Anggota DPR RI Partai Amanat Nasional (PAN) Edi Suparno (dok. KM)

BOGOR (KM) – Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja memiliki “manfaat yang cukup besar”, namun, perlu ada penyempurnaan. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno.

“Menurut kami (PAN) UU Cipta Kerja cukup besar manfaatnya, namun masih butuh penyempurnaan. Ada 8 catatan keberatan yang dituang oleh PAN,” ungkap Eddy usai menyerahkan bantuan covid-19 di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Kamis 8/10.

“Catatan keberatan tersebut telah kami sampaikan secara tertulis kepada pimpinan DPR ketika pelaksanaan Paripurna 5 Oktober 2020 lalu,” tambah Eddy yang menjabat di Komisi 7 DPR RI tersebut.

Sekjen PAN itu juga mengatakan, catatan itu ada 8 butir yang disampaikan, dan itu tidak melulu masalah terkait klaster dari tenaga kerja, ada klaster pendidikan, dan ada juga mengenai tata pengaturan lahan.

Advertisement

“Kami berharap bahwa UU Cipta Kerja yang disahkan tersebut bisa dikomunikasikan kepada masyarakat, perlu ada sosialisasi, jangan sampai menjadi informasi hoax,” jelas Eddy.

Lebih lanjut, Eddy mengatakan, memang saat ini terjadi gejolak di masyarakat, terjadi unjuk rasa di mana-mana. “Tentunya kami berharap yang pertama bahwa kita kedepankan dialog, diskusi, tukar pikiran, urun rembuk, ketimbang sekarang kita turun kejalan, itu memang hak dijamin dengan konsitusi, tapi kondisi saat ini sedang pandemi covid,” tutup Eddy.

Reporter: Zebua, Rajiv
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*