IMM Beri Pemerintah Waktu 2 Minggu untuk Batalkan UU Ciptaker

Aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Istana Kepresidenan Bogor (dok. KM)
Aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Istana Kepresidenan Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Jika tidak ada sikap dari Pemerintah agar membatakan Omnibus Law UU Cipta Kerja dalam waktu dua minggu, maka Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), akan kembali menggelar aksi dengan mengundang kembali seluruh elemen masyarakat, termasuk OKP Cipayung. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum IMM Cabang Bogor, Yunus.

“Berangkat dari pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR RI yang membuat kegaduhan di negara Indonesia, hingga aksi besar berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat di Istana Kepresiden Bogor kemarin (9/10), maka jika tidak ada sikap Pemerintah dalam dua minggu ke depan, kita lanjutkan aksi yang lebih besar,” ungkap Yunus kepada awak media, Sabtu 10/10.

“Ya sikap IMM tetap harus dibatalkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja, karena sangat membahayakan masa depan, bangsa dan negara ini,” tegas Yunus.

Advertisement

Senada disampaikan Ketua IMM Bidang Hikmah, Politik dan Publik Hendi, yang menyatakan bahwa UU Omnibus Law ini akan sangat berpengaruh terhadap masa depan anak bangsa.

“Ya jika benar-benar UU tersebut diberlakukan, maka kita akan semakin tercekik, dan menjadi tamu di rumah sendiri dari ganasnya investor-investor luar,” ujar Hendi.

Jadi, lanjut Hendi, pihaknya tegas menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. “Kami tunggu sikap Pemerintah, jika dalam dua minggu tidak ada kepastian pembatalan, aksi lebih besar siap kami jalankan,” tutup Hendi.

Reporter: Rajiv
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*