Gubenur NTT Tetapkan Tarif Swab dan Rapid Test Sesuai Tarif Nasional

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Jelamu Ardu Marius (dok. KM)
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Jelamu Ardu Marius (dok. KM)

MANGGARAI BARAT, NTT (KM) – Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat telah menyesuaikan tarif pemeriksaan swab secara mandiri untuk pendeteksian covid-19. Hal ini dilakukan untuk menjawab semua keluhan masyarakat di Nusa Tenggara Timur terkait tingginya biaya rapid test dan swab bagi para pelaku perjalanan.

“Per hari ini, Kamis (8/10), kami umumkan kepada seluruh masyarakat NTT, Bapak Gubernur telah memutuskan bahwa pemeriksaan swab mandiri dikenakan biaya sebesar 900 ribu rupiah dan rapid test sebesar 150 ribu rupiah sesuai dengan kebijakan nasional,” jelas Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Jelamu Ardu Marius kepada wartawan di Hotel Spring Hill, Ruteng, Kamis 8/10.

Marius meyampaikan, keputusan yang diambil tersebut juga merupakan tindak lanjut surat edaran yang di keluarkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/I/3713/2020 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction

Advertisement
(RT-PCR).

Marius menegaskan, Peraturan Gubernur (Pergub) lama yakni Pergub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tarif Layanan Kesehatan yang menetapkan biaya pemeriksaan swab sebesar 1,5 juta dan rapid test sebesar 350 ribu akan segera direvisi.

“Kita akan mengeluarkan revisi Peraturan Gubernur secepatnya. Namun sebelum revisi tersebut dikeluarkan dan ditandatangani, Bapak Gubernur memutuskan untuk menyesuaikan biaya pemeriksaan swab dan rapid test sesuai standar nasional. Kami mengharapkan agar semua rumah sakit dan laboratorium bisa menyesuaikan dan memberlakukan tarif baru mulai hari ini,” jelas Marius kemarin.

Marius berharap agar dengan diturunkannya biaya tersebut, maka para pelaku perjalanan terutama dari luar NTT agar bisa melakukan pemeriksaan swab untuk mengetahui dirinya positif atau tidak.

“Kalau misalnya hasilnya positif, diharapkan untuk tidak melakukan perjalanan ke NTT. Pastikan diri negatif, sehingga bisa melakukan perjalanan dengan tenang,” pungkas Marius.

Laporan: Volta
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*