Apresiasi Penanganan Covid-19, Kejari Kota Bogor Beri Penghargaan kepada 3 Instansi Ini

Kejari Kota Bogor Beri Penghargaan kepada Tiga Instansi Pemkot Bogor (dok. Prokompim)
Kejari Kota Bogor Beri Penghargaan kepada Tiga Instansi Pemkot Bogor (dok. Prokompim)

BOGOR (KM) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor memberikan penghargaan kepada tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), atas kinerja dan pelayanannya selama pandemi covid-19.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Kejari Kota Bogor, Herry Hermanus Horo. “Penghargaan untuk BPBD, Dinkes dan RSUD ini sebagai ucapan terima kasih Kejari dan warga Kota Bogor dengan kontribusi atau pelayanan yang diberikan tiga instansi tersebut selama pandemi covid-19,” ujar Herry, Jumat 23/10.

“Selama pandemi, sejak 7 bulan lalu, kontribusi dari BPBD, Dinkes dan RSUD sangat membantu Kejari Kota Bogor yang masuk dalam salah satu unit dengan resiko cukup tinggi. Mulai dari proses pelayanan kesehatan, yakni rapid dan swab test hingga pada puncaknya saat ada 11 pegawai Kejari Kota Bogor yang terkonfirmasi positif covid-19,” tambah Herry.

“Terbukti teman-teman yang positif, sekarang sudah negatif dan senin depan sudah bisa bekerja kembali,” terang Herry.

Herry mengakui ada kelalaian saat menerapkan protokol kesehatan di Kejari Kota Bogor. Tak ayal, pihaknya akan semakin memperketat penerapan protokol kesehatan, terutama di pelayanan tilang yang hampir setiap hari ramai pengunjung.

Advertisement

Setelah menutup pelayanan tilang selama enam hari, pihaknya kembali memberlakukan setiap pengunjung memasuki disinfectant chamber, kemudian petugas akan memberikan hand sanitizer.

“Di klaster perkantoran yang diperhatikan bukan hanya staf atau karyawan formalnya saja, tapi juga rekan yang membantu seperti petugas kebersihan, surat dan lainnya juga perlu perhatian lebih dari segi kesadaran dan bantuan alat kesehatan, seperti masker dan hand sanitizer karena mereka juga kegiatannya padat,” kata Herry.

Saat ini, lanjut Herry, pihaknya masih menerapkan Work From Home (WFH) dan setiap harinya jumlah pegawai yang masuk hanya 25 persen. “Termasuk kewajiban sidang pun dilakukan secara virtual dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

“Kami mengatur pegawai esensial dan non esensial. Semuanya mengacu sesuai yang diatur dari pusat. Pesan saya tetap jalankan protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan,” pungkas Herry.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*