Aktivis Gelar Aksi Tunggal Tolak UU Ciptaker di Depan DPRD Tanjungbalai

Mantan ketua HMI Tanjungbalai Andrian Sulin di depan Gedung DPRD Kota Tanjungbalai usai melakukan aksi tunggalnya, Jumat 9/10/2020 (dok. KM)
Mantan ketua HMI Tanjungbalai Andrian Sulin di depan Gedung DPRD Kota Tanjungbalai usai melakukan aksi tunggalnya, Jumat 9/10/2020 (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Mantan ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tanjungbalai, Andrian Sulin melakukan aksi tunggal di depan gedung DPRD Kota Tanjungbalai Jumat, 9/20.

Menanggapi UU Ciptaker yang baru saja disahkan DPR RI, Andrian mengaku “sangat prihatin” dengan nasib buruh di Indonesia, terutama di kota Tanjungbalai. Menurutnya, UU tersebut tidak berpihak kepada rakyat kecil, terutama buruh.

Andrian Sulin melakukan aksi tunggalnya berjalan dari bundaran PLN menuju gedung DPRD Kota Tanjungbalai. Sesampainya disana, Andrian melanjutkan aksi tunggalnya dengan membawa kertas yang bertuliskan “Tanjungbalai Menolak UU Ciptaker”.

Tidak satupun Anggota DPRD Kota Tanjungbalai berada di tempat, karena 24 anggota Dewan beserta Ketua DPRD sedang Bimtek ke luar kota.

Advertisement

Saat diwawancarai sejumlah wartawan selesai menyampaikan orasinya, Andrian mengatakan akan melanjutkan aksinya di hari Senin 12/10.

“Saya meminta kepada ketua DPRD Kota Tanjungbalai, harus mengeluarkan surat penolakan UU Cipta Kerja yang telah mencederai hak para buruh di Indonesia khususnya di Tanjungbalai,” katanya.

Andrian juga menambahkan, “Apabila hingga Senin Ketua DPRD Kota Tanjungbalai tidak mengeluarkan surat tersebut, Senin saya akan melakukan aksi bentang tenda di depan Gedung DPRD sampai tuntutan dikabulkan,” pungkasnya.

Reporter: HENS
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*