Wartawan Geruduk Kantor KPUD Tanjungbalai, Kecam “Diskriminasi” Terhadap Jurnalis

Aksi unjuk rasa wartawan di depan kantor KPUD Tanjungbalai, Jumat 4/9/2020 (dok. KM)
Aksi unjuk rasa wartawan di depan kantor KPUD Tanjungbalai, Jumat 4/9/2020 (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Sejumlah wartawan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor KPUD Tanjungbalai untuk mengecam tindakan staf KPUD Tanjungbalai yang melarang wartawan untuk meliput pendaftaran Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Jumat 4/9 kemarin.

Saat itu, ketika pasangan balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota mendaftar ke KPUD Tanjungbalai, Abdul Haris alias Leo melarang wartawan untuk meliput ke dalam kantor KPUD dengan alasan covid-19 dan atas perintah ketua KPUD Tanjungbalai.

Pada saat aksi, Yan Aswika Marpaung mengecam sikap yang dinilainya bentuk “diskriminasi” terhadap wartawan. Ia juga mengaku akan melaporkan hal tersebut kepada pihak DKPP dan Polres Tanjungbalai agar memberikan sanksi keras terhadap ketua KPUD Tanjungbalai Luhut Parlinggoman Siahaan.

Advertisement

“Berdalih dengan penerapan protokol kesehatan cegah pandemi covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai dinilai mengangkangi Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” ujarnya.

“Sikap KPU Kota Tanjungbalai yang melarang wartawan masuk ke ruang kantor untuk meliput kegiatan Pendaftaran Bakal Calon Wali Kota Tanjungbalai telah mencederai Kemerdekaan Pers yang dijamin oleh UU Nomor 40/1999 Tentang Pers,” pungkasnya.

Reporter: Hens
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*