Tabligh Akbar di Ponpes Baitussalam Tajurhalang Usung Tema Mewaspadai “Komunis Gaya Baru”

(dok. KM)
(dok. KM)

BOGOR (KM) – Guna “meluruskan sejarah” serta mewaspadai “Komunis Gaya Baru”, Yayasan Pesantren Baitussalam Indonesia menggelar “Tablig Akbar Kebangsaan” dengan menghadirkan narasumber mantan Kasad TNI AD Jendral (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo, yang dilaksanakan di Masjid Agung Kompleks Pesantren Baitussalam Jalan Raya Kartika Sejahtera No. 1 Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Sabtu 26/9.

Ketua Panitia Kegiatan Tahunan di Yayasan Pesantren Baitussalam Indonesia, Zaki Wildan Firdaus menyampaikan, dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober nanti, maka perlu melakukan pelurusan sejarah untuk menyikapi kewaspadaan terhadap upaya-upaya maupun opini akan adanya gerakan yang ia sebut dengan istilah “Komunis Gaya Baru” atau KGB.

“Ini kita lakukan dalam bentuk ide-ide dan pemikiran menyeluruh supaya tidak menggerogoti kehidupan politik ekonomi sosial dan budaya di negeri kita,” tutur Zaki yang menjabat juga sebagai Wakil Sekretaris Yayasan Baitussalam Indonesia.

Adapun peristiwa Gerakan 30 September yang lalu, menurut Zaki, adalah rangkaian sejarah yang “tidak bisa dilupakan” begitu saja.

Advertisement

“Mengabaikan peristiwa G30S/PKI sama halnya dengan kita mengabaikan Hari Jadi Kesaktian Pancasila,” tegas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMIT Baitussalam ini.

Seusai memberikan ceramah kebangsaan, Jenderal (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo mengatakan kepada media, kehadirannya sebagai langkah mengingatkan kembali khususnya untuk staf pengajar, para santri serta akademisi di lingkungan Yayasan Pesantren Baitussalam akan bahaya laten “Komunis Gaya Baru”.

“Apabila kita lengah, tentunya ini sangat berbahaya bagi negara. Termasuk berita yang tersebar lewat media sosial maupun media elektronik, kita harus bisa menyaring antara berita hoaks atau bukan,” tuturnya.

Dirinya berpesan untuk generasi muda agar “tetap waspada dan jangan sampai lengah” dengan pergerakan apapun yang nantinya akan menghancurkan bangsa ini.

“Supaya bisa mewarisi dan meneruskan apa-apa yang dilakukan oleh orang tua terdahulu, jangan melupakan sejarah, karena dengan sejarah yang akan menunjukan kebesaran suatu bangsa,” pungkas mantan KSAD ini.

Reporter: zebua, firman
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*