Kantor Pos Bogor Bantah Terjadi Kericuhan Saat Pembagian BLT, Ini Penjelasannya

Kepala Kantor Pos Bogor, Bagus Muhammad Yusuf (dok. KM)
Kepala Kantor Pos Bogor, Bagus Muhammad Yusuf (dok. KM)

BOGOR (KM) – Kepala Kantor Pos Bogor Bagus Muhammad Yusuf menyampaikan klarifikasi terkait kabar bahwa pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Pos Bogor, Jl. Juanda, Kota Bogor, kemarin 21/9 sempat ricuh.

“Dapat kami sampaikan klarifikasi sebagai berikut, tidak terjadi kericuhan dalam pengambilan BLT APBD Pemkot tanggal 21 September 2020 seperti yang telah diberitakan, namun yang terjadi adalah, terdapat 11 warga calon penerima BLT APBD Tahap 3 yang datang hendak mencairkan bantuan namun oleh petugas belum bisa dilayani sehubungan dengan Jadwal pembayaran utama telah dilaksanakan dan menunggu jadwal pengambilan susulan di Kantor Pos Bogor,” ungkap Bagus dalam pers rilis uang diterima KM kemarin sore.

“Adapun jadwal pembayaran susulan untuk BLT APBD Pemkot tahap 3 bagi warga yang tidak hadir pada tanggal pembayaran utama dapat hadir pada jadwal susulan sebagai berikut, Kecamatan Bogor Tengah: Kamis 24 September 2020, Kecamatan Bogor Utara: Jumat 25 September 2020, Kecamatan Bogor Timur: Sabtu 26 September 2020, Kecamatan Bogor Selatan: Senin, 28 September 2020,
Kecamatan Bogor Barat: Selasa 29 September 2020, Kecamatan Tanah Sereal: Rabu 30 September 2020,” terang Bagus.

Advertisement

“Atas ketidaktahuan warga maka, kepada warga yang terlanjur hadir sudah dilakukan pencairan dan berharap ikut mensosialisasikan jadwal pembayaran susulan yang wajib untuk dipatuhi untuk menjaga protokol kesehatan covid-19 agar saat pengambilan tidak terjadi penumpukan,” lanjutnya.

“Kami mohon maaf kepada semua pihak atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh kejadian tersebut. Demikian kami sampaikan, terimakasih atas perhatian dan dukungan Kupasmerdeka.com dalam pemberitaan layanan publik Kantor Pos Bogor,” tutup rilis tersebut.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*