Bangunan Serbaguna di Kelurahan Pasirmulya Roboh, Aktivis Minta Pemkot Bogor dan Aparat Periksa Penggunaan Anggaran DAU

Bangunan dengan anggaran DAU di Kelurahan Pasirmulya yang roboh, 21/9/2020 (dok. KM)
Bangunan dengan anggaran DAU di Kelurahan Pasirmulya yang roboh, 21/9/2020 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Robohnya bangunan serbaguna di Kelurahan Pasirmulya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) memancing reaksi aktivis dari “Gerakan Perjuangan Masyarakat Dan Mahasiswa” (GERPAMMA), yang mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk segera mengevaluasi dan memeriksa semua penggunaan anggaran DAU di Kota Bogor.

“Pada Pasal 230 UU Pemerintahan daerah dan Pasal 30 PP nomor 17 tahun 2018, bahwa DAU ini adalah anggaran negara yang peruntukannya untuk sarana dan prasarana lokal dan pemberdayaan masyarakat di kelurahan. Dengan robohnya bangunan serbaguna di wilayah Kelurahan Pasirmulya, artinya diduga ada yang tidak beres dengan penyaluran dan penggunaan anggaran tersebut,” ungkap Ketua GERPAMMA Fatarizky kepada awak media, Senin 21/9.

“Ya dari 68 Kelurahan yang ada di Kota Bogor ini, hampir semua telah merealisasikan penggunaan anggaran DAU tersebut, namun tidak pernah transparasi secara jelas, buat apa, siapa yang melaksanakannya,” tambah Fatarizky.

Menurut Fatarizky, bukan saja Pemkot Bogor yang harus mengevaluasi, tapi aparatur hukum, baik Kepolisian dan Kejaksaan Kota Bogor, sudah seharusnya memeriksa baik dari PPK hingga kontraktor pelaksana. “DAU diperuntukkan fasilitas masyarakat, artinya Pemkot harus lebih profesional dalam penunjukan kontraktor karena sarana tersebut seharusnya menjadi perhatian khusus dari pejabat wilayah,” katanya.

Advertisement

“Ya jangan sampai framing warga jadi negatif terhadap pembangunan yang bersumber dari DAU karena dihantui kekhawatiran dari kelayakan bangunan itu sendiri, padahal dengan adanya fasilitas serbaguna warga bisa lebih produktif untuk melakukan kegiatan di setiap wilayah kelurahan, mereka bisa lebih aktif dan mengenal tetangga, perkumpulan seperti itu yang jarang ditemui pada zaman sekarang yang lebih mengedepankan gadget,” paparnya.

“Artinya dengan rubuhnya bangunan di Pasirmulya tidak menutup kemungkinan ada indikasi permainan-permainan dalam proyek yang menggunakan anggaran DAU tersebut,” tegas Fatarizky.

Jadi, lanjut Fatarizky, pihaknya meminta Pemkot Bogor dan aparatur hukum mengevaluasi dan memeriksa semua pihak terkait penggunaan anggaran DAU di wilayah.

Sebelumnya, bangunan serbaguna di Kelurahan Pasirmulya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor yang dibangun menggunakan anggaran DAU roboh pada tanggal 18 September 2020 malam. Tidak ada korban pada insiden tersebut.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*