BRI Tanjungbalai Akui Ajukan 196 Nama Penerima BPUM, Banyak Kejanggalan

Bank BRI Cabang Tanjungbalai (dok. KM)
Bank BRI Cabang Tanjungbalai (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Asisten Kepala Cabang BRI Tanjungbalai, Demak Sitompul, mengakui bahwa pihaknya lah yang mengajukan 196 nama penerima Bantuan Pemerintah untuk Usaha Mikro (BPUM) kepada BRI Pusat. Adapun nama-nama para penerima itulah yang sempat beredar di media sosial dan menimbulkan kehebohan. Keterangan ini berlawanan dengan klaim pegawai BRI yang ditemui KM pada Kamis 17/9 lalu, yang mgatakan bahwa BRI “hanya penyalur, bukan pengaju”.

“Data yang kita peroleh dari pusat 5.000 nama dan harus kita verifikasi dengan cepat mengejarkan launchingnya BPUM tersebut, sehingga pihak Bank BRI mengajukan 196 nama ke pusat dan sudah keluar di tahap 1 dan 2,” jelas Demak pada Selasa 22/9.

Namun, wartawan menemukan kejanggalan di daftar nama-nama penerima BPUM tersebut, yang mana ada beberapa nama yang keluar namun tidak dihubungi atau menerima SMS dari pihak Bank BRI, tidak sesuainya alamat yang di data tersebut dengan hasil survei di lapangan, adanya nasabah yang tidak memiliki tabungan namun memiliki utang, dan adanya nama pegawai Bank BRI itu sendiri.

Advertisement

Kejanggalan semakin bertambah ketika ditemukan sejumlah NIK yang tidak sesuai, adanya sejumlah nama yang ada di luar kota Tanjungbalai bahkan luar provinsi Sumatera Utara, dan masih banyak lagi kejanggalan lainnya.

Saat dicecar, Demak Sitompul pun sempat mencoba memberikan uang kepada wartawan dengan klaim bahwa ada titipan dari Kepala Cabang Bank BRI Tanjungbalai, namun wartawan menolak pemberian tersebut dan mengeaskan bahwa kehadirannya hanya untuk mengkonfirmasi dan klarifikasi hasil temuan di lapangan.

Reporter: HENS
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*