Aktivis: “Kejaksaan Negeri Pariaman Alergi Wartawan dan LSM”

Ketua LSM PENJARA Indonesia Kota Pariaman, Endra Yulita (dok. KM)
Ketua LSM PENJARA Indonesia Kota Pariaman, Endra Yulita (dok. KM)

PARIAMAN, SUMBAR (KM) – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PENJARA Indonesia menganggap bahwa Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pariaman dan Kasi Intelijennya “alergi kepada LSM dan wartawan” lantaran bersikap “cuek dan selalu menghindar” saat hendak dimintai keterangan terkait kasus dugaan penggelapan dana BUMNag Cimpago Barat, Pariaman, tahun 2020.

Ketua LSM PENJARA Indonesia Endra Yulita menyampaikan bahwa laporan terkait dugaan itu telah dimasukkan pihaknya ke Kejari Pariaman beberapa waktu yang lalu, namun saat beberapa kali disambangi untuk dikonfirmasi perkembangannya, Kajari Asman Tanjung dan Kasi Intelijen Renol dikatakannya “selalu menghindar” dan tidak bersedia dikonfirmasi.

Yulita mengaku ada yang janggal atas hal tersebut, pasalnya, pihaknya telah melalui protokol yang berlaku seperti mengisi buku kunjungan dan diminta menunggu oleh petugas. Selanjutnya petugas piket menemui Kajari untuk melaporkan kehadiran LSM PENJARA yang didampingi oleh beberapa wartawan, namun sekembalinya dari ruang Kajari, dikatakan bahwa Kajari tidak bisa ditemui dan pihaknya diarahkan untuk menemui Kasi Intelijen dan mendapatkan jawaban yang sama, yakni tidak bisa ditemui dan tidak bisa dikonfirmasi.

“Usaha untuk menemui Kajari dan Kasi Intel untuk mengkonfirmasi dugaan penggelapan dana BUMNag tersebut sudah tak terhitung rasanya, bahkan kami selalu diping-pong dengan pernyataan yang sama, itulah kondisi yang selalu kami terima,” ucap Yulita.

“Senin (7/9/2020) untuk yang kesekian kalinya LSM PENJARA Indonesia beserta tim kembali mendatangi Kejari Pariaman untuk konfirmasi, dan seperti biasa kami mengisi buku kunjungan, namun seperti yang sudah diduga, jawaban tidak ada perubahan, Kami tetap dipingpong dengan menyuruh agar menemui Kasi Intelijen Renol dan jawaban yang kami terima tetap sama yakni, tidak bisa di konfirmasi,” terang Yulita geram.

Advertisement

Yulita menambahkan, saat salah satu dari timnya mencoba mengubungi Kasi Intelijen via selulernya dan setelah berhasil tersambung, Kasi Intel Renol mengatakan bahwa pihak kejaksaan telah melimpahkan dugaan kasus tersebut kepada Inspektorat.

“Pihak Kejaksaan sepertinya terusik dengan kedatangan LSM dan wartawan terkait kasus dugaan penggelapan dana BUMNAG Nagari Cimpago Barat Pariaman tahun 2020, ada apa gerangan?” tanya Yulita.

Ditambahkan oleh Yulita, bahwa berdasarkan pengamatan pihaknya, mereka wajar mempertanyakan, sebab sejauh ini, menurutnya, bisa dikatakan tidak ada satupun kasus yang berbau dugaan kerugian keuangan negara yang dilaporkan oleh LSM sebagai sosial kontrol yang berujung ke Pengadilan, hanya sebatas sampai di Kejaksaan Negeri Pariaman saja.

“Tak salah rumor yang beredar di kalangan para pemangku jabatan di Kota Pariaman selama selama ini, bahwa kasus yang diangkat oleh LSM dan wartawan Kota Pariaman hanya akan sampai di Kejari saja, alias tak akan ada kejelasannya,” tandasnya.

“Mau dikemanakan negeri yang dikenal dengan kota Tabuik ini, sebab ada kesan bila terkait kasus yang dilaporkan oleh LSM tidak terbukti, seakan-akan pihak yang dilaporkan akan menuntut balik,” pungkasnya.

Reporter: Dino/ ZN
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*