Puluhan Tahun Hidup Sangat Prihatin di Desa Megamendung, Sukesti dan Endang Masih Tunggu Janji Bantuan Rutilahu dan Stimulus Covid-19

Rumah Sukesti dan Endang, warga Megandung, Kabupaten Bogor (dok. KM)
Kondisi rumah Sukesti dan Endang, warga Megandung, Kabupaten Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pasangan suami istri Sukesti dan Endang, warga Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, sudah hidup di Kampung Cirimpik sejak tahun 1973, namun hingga kini masih mendambakan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) yang dijatahkan pemerintah melalui desa.

Pasutri Endang-Sukesti mengaku kepada KupasMerdeka.Com Rabu 19/8 kemarin bahwa mereka sampai kini masih menunggu bantuan rutilahu yang dijanjikan pihak desa untuk bangunan rumahnya yang sangat sederhana berukuran 4 x 5 di pinggir jalan Kampung Cirimpik RT 02/05 Megamendung.

“Saya berdua bersama suami, setelah setahun setengah lalu dijanjikan akan dapat [bantuan rehabilitasi] rutilahu dari perangkat desa, sampai sekarang belum dapat [bantuan

Advertisement
] rutilahu yang saya inginkan,” harap Sukesti.

Sukesti juga mengatakan bahwa ia dan suaminya hanya menerima bantuan covid-19 satu kali dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.

 “Sedangkan bantuan covid-19 dari Provinsi hanya dapat satu kali berupa sembako dan uang Rp150.000, sementara bantuan dari lainnya tidak kebagian,” ujar Sukesti.

Di tempat terpisah, Kades Megamendung, Badru, menyebutkan pada KM bahwa pemberian bantuan rutilahu untuk warga desanya belum merata. “Masih kurang, nanti untuk bantuan yang akan datang kita berupaya akan mendata kepada warga yang belum dapat,” papar Kades.

Reporter: tarno/Alimin
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*