Pengacara Eks Sekdis DPKPP Bogor Temukan Kejanggalan Lagi dalam Kasus Dugaan Gratifikasi

Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor DPKPP, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa 3/3/2020 (dok.ceklissatu.com)
Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor DPKPP, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa 3/3/2020 (dok.ceklissatu.com)

BOGOR (KM) – Kuasa hukum mantan Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Dinalara Butar-Butar, menyebut bahwa setelah mendalami berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) semua saksi dan tersangka oleh penyidik Kepolisian Resor Bogor, ia menemukan bahwa kliennya tidak hanya dijebak dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT), tapi juga patut diduga dicatut namanya.

“Salah seorang saksi dengan nama Agus Budi (AB) mengakui, dia menerima uang dari penyuap dan diserahkan ke klien kami (IR), namun klien kami sama sekali tidak menerimanya, dan tidak ada sama sekali bukti, yang artinya nama klien juga diduga dicatut dalam kasus ini,” ungkap Dina di Bogor, Jumat 14/8.

Dina menuturkan, dirinya merasa janggal dengan BAP tersebut, sebab sudah jelas mengetahui dan menjadi pleger dalam kasus itu, tetapi saksi AB tidak jelas status hukumnya saat ini. Menurut Dina, temuan dalam BAP itu semakin menguatkan dugaan adanya jebakan terhadap kliennya pada perkara OTT yang dilakukan mantan Kasatreskrim Polres Bogor saat itu AKP Benny Cahyadi.

Advertisement

“Status AB tidak jelas sampai sekarang, dia kan saksi dan mengakui menerima uang, tapi tidak ditahan, malah klien kami yang tidak menerima sepeserpun, kini malah sudah jadi terdakwa,” jelas Dina.

Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Cibinong, Bambang Winarno, mengatakan bahwa perkara yang menyeret Sekdis DPKPP sudah “sesuai dengan prosedur dan aturan”. Bambang menyebut, setelah menerima berkas perkara dari penyidik Satreskrim Polres Bogor, pihaknya langsung mendalami dan menjalankan tupoksinya dalam penegakan supremasi hukum yang berlaku.

“Ya kami menerima berkas, yang lakukan OTT kan kepolisian, tentunya kami hanya jalankan tupoksi kami, dan berkas itu kami nilai lengkap hingga P 21, serta kami limpahkan ke pengadilan Tipikor,” tegas Bambang saat ditemui di Kantor, Selasa 11/8 lalu.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*