Oknum Guru Madrasah Miftahul Ulum Subang Diduga Sunat Dana PIP

MTS dan MA Miftahul Ulum, Subang (dok. KM)
MTS dan MA Miftahul Ulum, Subang (dok. KM)

SUBANG (KM) – Program Indonesia Pintar (PIP) ditandai dengan pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu sesuai dengan krIteria yang telah ditetapkan dan berdasarkan hasil dari pemadanan data elektronik siswa madrasah sebagaimana terdaftar dalam sistem EMIS yang dikelola Kementerian Agama dengan anak/siswa, sebagaimana terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial.

Pada lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 967 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Indonesia Pintar Bagi Siswa Madrasah Tahun Anggaran 2020, pada bab II huruf c nilai dana bantuan sosial Program Indonesia Pintar, peserta didik menerima dana bantuan sosial PIP sebanyak satu kali dalam satu tahun anggaran dengan rincian sebagai berikut:

Madrasah Tsanawiyah (MTs):
a. Peserta didik kelas VII dan VII semester genap tahun pelajaran 2019/2020 diberikan dana sebesar Rp750.000,- untuk dua semester yaitu semester genap tahun pelajaran 2019/2020, semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021.
b. Peserta didik kelas IX semester genap tahun pelajaran 2019/2020 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp375.000.
c. Peserta didik kelas VII semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp 375.000
d. Peserta didik kelas VIII dan IX semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 tidak diberikan dana bantuan PIP karena sudah menerima di semester genap tahun pelajaran 2019/2020, kecuali peserta didik yang memenuhi persyaratan tetapi belum menerima pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020 diberikan dana sebesar Rp750.000,-.

Madrasah Aliyah (MA):
a. Peserta didik kelas X dan XI semester genap tahun pelajaran 2019/2020 diberikan dana sebesar Rp1.000.000,- untuk dua semester yaitu semester genap tahun pelajaran 2019/2020, semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021.
b. Peserta didik kelas XII semester genap tahun pelajaran 2019/2020 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp500.000,-.
c. Peserta didik kelas X semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 diberikan dana untuk satu semester sebesar Rp500.000,-.
d. Peserta didik kelas XI dan XII semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 tidak diberikan dana bantuan PIP karena sudah menerima disemester genap tahun pelajaran 2019/2020 kecuali peserta didik yang memenuhi persyaratan tetapi belum menerima pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020 diberikan dana sebesar Rp1.000.000,-.

Advertisement

Namun apa yang digelontorkan Pemerintah tersebut disalahgunakan oleh seorang oknum guru di MTs Miftahul Ulum dan MA Miftahul Ulum Cikupa, Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, yang diduga telah menyunat bantuan PIP kepada peserta didik yang menerima.

Hal itu diutarakan oleh salah seorang keluarga siswa penerima PIP yang enggan disebut namanya. Menurut penuturannya kepada KM, dana PIP bagi siswa MA dipotong Rp150.000 dan MTs Rp100.000. “Dan yang lucunya lagi di pandemi covid bagi yang dapat bantuan dipotong lagi, alasannya buat bayar SPP. Harapan orang tua berhubung sekolah sekarang belajar sitem daring jadi perlu beli kuota, eh ini malah banyak potongan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MTs Miftahul Ulum, Badrun, mengaku tidak mengetahui rincian terkait PIP di sekolahnya. “Saya menjabat sebagai kepala sekolah baru 1 tahun, mengenai berapa jumlah siswa yang menerima Program Indonesia Pintar (PIP) dan nilai uangnya yang diterima per siswa nya pun saya tidak tahu sama sekali,” katanya.

Sementara Kepala Sekolah MA Miftahul Ulum, Iyus, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengklaim bahwa masalah PIP “sudah beres”.

“Alhamdulillah sudah beres pak, jadi sekarang gak ada apa-apa lagi. Tidak ada pemotongan, pembayaran SPP dan sebagainya itu komite yang mengatur, ketika ada yang dapat PIP kemudian dibayarkan SPP dan lain-lain itu inisiatif orang tua,” tegasnya.

Reporter: Sunardi/Mulyadi
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*