KUPAS KOLOM: Aset Daerah Sekda Pemkot Bekasi Digondol Tikus Got

Kota Bekasi (stock)
Kota Bekasi (stock)

Oleh Koordinator Investigasi Kaki Publik, Wahyudin Jali

Aset daerah seyogyanya diperuntukan untuk keperluan pemerintah dalam rangka memberikan layanan kepada masyarakat, lalu apa jadinya jika aset tidak diurus dengan bijak? Tentunya akan merugikan daerah.

Untuk diketahui, tahun 2018 Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menghilangkan aset tetap peralatan dan mesin daerah berupa laptop sebanyak 27 unit dengan nilai Rp 336.327.347. Aset tersebut tidak diketahui di mana rimbanya.

Publik dibuat gonjang-ganjing atas hilangnya aset tersebut, lantaran di Sekda Pemkot Bekasi kok bisa aset hilang dan tidak diketahui keberadaanya. Hal ini mengasumsikan publik ada tikus got yang memboyong laptop yang nilainya ratusan juta rupiah.

Kondisi ini diduga akibat ketidakmampuan dan ketidak becusan BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) dan Sekda Kota Bekasi dalam menjalankan fungsinya mengelola aset daerah. Hal ini menjadi blueprint

Advertisement
moral hazard legislatif sebagai pengawas yang membawa mandat rakyat Bekasi

Atas dasar tersebut Kaki Publik meminta, pertama kepada pihak berwenang seperti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk memeriksa Sekda terkait masalah hilangnya 27 unit laptop dan meringkus tikus got yang menggondol aset daerah supaya ada efek jera.

Kedua, kami meminta Sekda untuk mengembalikan aset daerah yang hilang, karena hilangnya aset tersebut dibawah tanggungjawab Sekda selaku pengguna asset.

Sudah seharusnya instansi-instansi di Pemkot Bekasi memiliki rasa tanggung jawab atas aset daerah sebagai bentuk pertanggujawaban kepada masyarakat Kota Bekasi, untuk mewujudkan good governance dan akuntabilitas pemerintahan.

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*