Agen Elpiji yang Jual Gas Bersubsidi di atas HET Terancam Dicabut Kontraknya

Pangkalan LPG 3 kg di Desa Mariuk, Kecamatan Tambakdahan, Subang, yang tidak memasang plang pangkalan (dok. KM)
Pangkalan LPG 3 kg di Desa Mariuk, Kecamatan Tambakdahan, Subang, yang tidak memasang plang pangkalan (dok. KM)

SUBANG (KM) – Pangkalan gas LPG melon 3 kg bersubsidi yang berada di Desa Mariuk, Kecamatan Tambakdahan, Subang, menjual gas itu dengan harga Rp20 ribu per tabung, yaitu lebih mahal Rp4 ribu dari harga eceran tertinggi (HET) dan diduga menyiasatinya dengan tidak memasang papan pangkalannya, kendati sudah terdaftar sebagai agen resmi.

Saat dikonfirmasi pada Minggu 10/4 lalu, Aleh AMI, pemilik pangkalan, mengakui menjual LPG 3kg dengan harga Rp20 ribu per tabung.

“Memang benar saya menjual 20 ribu ke setiap pembeli dan inipun yang turun hanya 50 tabung,” terangnya.

“Mengenai papan plang pangkalan, sudah ada, namun saya belum sempat untuk memasangnya,” kelitnya.

Sementara, Erik (12/8) selaku pegawai administrasi agen Opat Bentang, mengakui bahwa pangkalan milik Aleh AMI masuk dalam register Opat Bentang.

“Benar itu saya yang mengurus pangkalan tersebut, dan terdaftar di register agen Opat Bentang juga di Pertamina, hanya surat kontraknya masih ada di kantor,” ucap Erik.

Advertisement

Adapun, Ida selaku Direktur Opat Bentang saat dikonfirmasi KM pada Rabu 12/8 mengaku merasa kaget ada pangkalan yang menjual di atas HET pangkalan. Begitupun terkait tidak dipasangnya papan plang pangkalan.

“Jika pangkalan menjual di tempatnya diatas HET [Rp16 ribu] apalagi dijual mencapai Rp20 ribu per tabung itu tidak diperbolehkan, kecuali ada jasa lain, untuk mengantar ke tempat konsumen, itu sah-sah saja,” katanya.

Kata Ida, terkait tidak dipasang papan pangkalan itu sudah menyalahi aturan.

“Untuk itu, saya akan menindaklanjutinya, akan didatangi tempat pangkalannya dan jika benar adanya akan ditegur terlebih dulu dan jika bandel akan dicabut surat kontrak perjanjianya,” tegas Ida.

Reporter: Lily Sumarli
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*