Ketua IPM Kota Tanjungbalai Diusir dan Dipanggil “Kampret” oleh ASN, Pemuda Muhammadiyah Akan Lapor BKD dan Inspektorat

Oknum ASN berinisial ASL (baju batik) menarik kerah baju dan mendorong Yuha keluar dari masjid, 13 Agustus 2020 (dok. KM)
Oknum ASN berinisial ASL (baju batik) menarik kerah baju dan mendorong Yuha keluar dari masjid, 13 Agustus 2020 (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Permasalahan yang terjadi di lingkungan Masjid Taqwa Tanjungbalai masih berulang. Kali ini, terjadi penghinaan kepada Ketua Ikatan Pelajar (IPM) Kota Tanjungbalai, Yuha (20) oleh oknum pengurus Badan Kenaziran Mesjid (BKM) Taqwa yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial ASL.

Hal itu terjadi saat Yuha hendak memasang aliran listrik dari Sekolah Muhammadiyah Kota Tanjungbalai ke rumah salah seorang imam Masjid Taqwa.

Pemasangan aliran listrik dari sekolah Muhammadiyah ini semula tidak ada halangan dan berjalan lancar. Tapi selang beberapa saat, ASL yang merupakan oknum ASN di kelurahan Pantai Burung datang sambil marah-marah dengan suara tinggi dan melontarkan kata-kata kasar. Ia berujar bahwa Yuha tidak punya hak dan kapasitas untuk memasang listrik ke rumah tersebut.

Setelah melontarkan kata-kata kasar, ASL pun menarik kerah baju serta mengusir Yuha keluar dari areal masjid.

Advertisement

“Seorang ASN tidak pantas melakukan tindakan seperti itu. Dan seharusnya memberikan contoh yang mendidik kepada masyarakat,” ujar Yuha kepada wartawan KM di lokasi.

“Seharusnya dia tidak melakukan tindakan anarkis seperti itu, dia seharusnya mengatakan secara baik-baik, bukan memaki dan mendorong saya,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Ketua Piminan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Tanjungbalai Riswan Hasibuan mengatakan bahwa ASN seharusnya memberi kan contoh ke masyarakat, bukan memberi ancaman dan makian ala premanisme kepada ketua IPM Kota Tanjungbalai dan “merendahkan Muhammadiyah” dengan meminta agar ketua Muhammadiyah mengahadap kepadanya.

“Selaku Ketua Pimpinan daerah Pemuda Muhammadiyah saya siap melindungi dan menjaga nama baik Muhammadiyah dan seluruh ortonomnya. Hal ini akan dilaporkan kepada Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah Kota Tanjungbalai,” pungkasnya.

Reporter: Hanif
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*