Kegiatan Promosi Pendidikan dan Kebudayaan Disdik Tanjungbalai Dinilai Janggal dan Ungkap Pelanggaran Permendikbud

Kegiatan Promosi Promosi Pendidikan dan Kebudayaan yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai, Kamis 13/8/2020 (dok. KM)
Kegiatan Promosi Promosi Pendidikan dan Kebudayaan yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai, Kamis 13/8/2020 (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Kegiatan “Promosi Pendidikan dan Kebudayaan” yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai diduga memiliki “agenda terselubung” dan janggal karena pembahasan saat pelaksanaan acara tersebut tidak sesuai dengan tema yang diusung.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai telah menyebarkan surat undangan bernomor 420.1/1443/Disdik-GTK bud/2020 yang ditujukan kepada para Kepala Sekolah SD/SMP negeri dan swasta se-Kota Tanjungbalai agar dapat mengirimkan satu utusan guru mata pelajaran muatan lokal guna mengikuti rangkaian acara Promosi Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tanjungbalai yang dilaksanakan di Hotel Tresya, jalan Jenderal Sudirman KM 7 pada hari Kamis 13 Agustus 2020 lalu.

Dari pantauan awak media KM, ditemukan bahwa pembahasan dalam kegiatan tidak seutuhnya berkaitan dengan Promosi Kebudayaan, karena tidak diperlihatkan secara langsung beberapa contoh alat peraga terkait kebudayaan Tanjungbalai sebagai nilai edukasi dari sisi kebudayaan.

Karena itu, muncul dugaan adanya tujuan terselubung dalam acara tersebut, pasalnya, di lokasi acara hanya terlihat guru-guru mata pelajaran muatan lokal saja dan acara tersebut tidak dibuka untuk seluruh kalangan pendidik.

Dari informasi yang diperoleh di lapangan, sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai telah menerbitkan buku muatan lokal yang berjudul “Mengenal Kebudayaan Tanjung Balai” yang sudah beredar di kalangan satuan pendidikan SMP. Buku tersebut diterbitkan untuk diajarkan terhadap peserta didik pada kelas VII, VIII dan IX.

Advertisement

Hal tersebut dinilai janggal lantaran buku tersebut sudah beredar dan digunakan di sekolah, dan memunculkan pertanyaan kenapa baru sekarang buku tersebut dibahas.

“Kenapa harus ada pertemuan khusus dengan seluruh guru mata pelajaran muatan lokal? Hal itu sangat aneh dikarenakan tahun pelajaran baru sudah berlangsung lebih dari satu bulan pada Juli lalu dan buku tersebut diduga sudah dibeli dan diajarkan pihak sekolah kepada siswa,” ujar narasumber yang tidak mau disebutkan namanya.

“Maka atas hal ini, ada dugaan buku berjudul ‘Mengenal Kebudayaan Tanjungbalai’ cacat administrasi ataupun belum teruji muatan isi bukunya oleh pakar-pakar ahli dalam bidangnya yang mengarah dugaan pada proses menerbitkan yang prematur dan melanggar aturan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016, dan tentunya dugaan dalam penerbitan buku ini secara masal sudah merugikan keuangan daerah Kota Tanjungbalai,” lanjutnya.

Sementara itu, Azhar selaku Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai saat dikonfirmasi oleh KM membenarkan bahwa acara yang dilaksanakan di Hotel Tresya pada Kamis 13 Agustus 2020 lalu memang membahas tentang buku berjudul “Mengenal Kebudayaan Tanjungbalai”.

Reporter: Hens
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*