Distan Subang Lambat Kirim Pupuk Subsidi, Petani Terpaksa Gunakan Non Subsidi yang Diduga Ilegal

Pupuk non subsidi yang diduga ilegal di Subang (dok. KM)
Pupuk non subsidi yang diduga ilegal di Subang (dok. KM)

SUBANG (KM) – Kelangkaan pupuk subsidi di wilayah Kabupaten Subang diduga mengakibatkan beredarnya pupuk non subsidi yang tidak terdaftar di dinas atau ilegal seperti bermerek Nt-Phoska, CMP dan CSP-36-Gresik.

Dari berbagai sumber dan investigasi yang dihimpun KM, di wilayah Pantura Subang, yakni di Kec. Tambakdahan, Pamanukan, Sukasari dan Ciasem serta kecamatan lainnya, saat ini sedang masa pemupukan padi, namun karena kelangkaan pupuk subsidi, para petani melalui kios menggunakan pupuk non subsidi ilegal.

Bahkan ada salah satu kios ST di wilayah Desa Sukaraja yang sudah bongakar pupuk sampai lima truk bermuatan total 25 ton lebih.

Sementara Adun, pengurus Distributor Pupuk Subsidi PT. Bumi Persada Sejati, yang mengelola wilayah Kecamatan Pamanukan, Sukasari dan Legonkulon, saat dikonfirmasi KM Senin 10/8 mengakuinya ada keterlambatan pengiriman untuk pupuk subsidi.

“Pada saat ini memang di wilayah binaan saya, sedang masa pemupukan dan benar, saat ini tidak ada pupuk subsidi, namun minggu-minggu ini akan turun, hal ini ada keterlambatan pengiriman yang dikelola Dinas Pertanian,” katanya.

Advertisement

Kata Adun, untuk persyaratan permohonan termasuk RDKK sudah masuk ke dinas, namun sebenarnya ada solusi lain, yaitu menggunakan pupuk non subsidi yang sudah terdaftar di dinas (pemerintah), seperti Nitrea, NPK Kujang 3068 produksi kujang dan NPK plus petro kimia-Gresik.

Lebih jauhnya, kata Adun, jika benar beredar pupuk non subsidi di wilayahnya yang tidak terdaftar di dinas, sebenarnya para kios/toko sudah disarankan agar tidak sembarangan menerima non subsidi. “Itu sudah menyalahi. Terkait sanksi untuk para kios ada prosedurnya di Dinas Pertanian,” tutur Adun.

Reporter: Lily Sumarli
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*