Rajut Persatuan, Masyarakat Adat Kampung Waa Gelar Doa Bersama Untuk Berjuang Kembali ke Tembagapura

Masyarakat adat Kampung Waa melaksanakan doa bersama di Timika, Rabu 22/7/2020 (dok. Yugo/KM)
Masyarakat adat Kampung Waa melaksanakan doa bersama di Timika, Rabu 22/7/2020 (dok. Yugo/KM)

TIMIKA (KM) – Ribuan masyarakat adat Kampung Waa Distrik Tembagapura yang dievakuasi saat pecah konflik bersenjata antara aparat keamanan dengan TPNPB menggelar doa bersama di posko korban evakuasi yang berlokasi di Jln Baru, Timika, Rabu 22/7.

Ketua posko evakuasi, Martina Natikime, menjelaskan bahwa doa bersama ini bertujuan untuk “meminta campur tangan Tuhan Yang Mahakuasa, moyang dan para leluhur agar selalu menyertai dalam perjuangan untuk kembali ke kampung halaman”, dan bentuk penguatan iman serta pemulihan dari rasa trauma yang berkepanjangan.

“Selain itu membangun persatuan rasa persamaan nasib sebagai masyarakat korban evakuasi yang harus berjuang untuk kembali ke wilayah adat mereka tempat leluhur bersemayam,” jelasnya.

Natikime menambahkan, pada prinsipnya masyarakat adat Kampung Waa sepakat kembali ke kampung halaman.

“Jumlah Masyarakat Adat Waa total 2.114 jiwa. Kami dibawa ke Timika dalam beberapa kali gelombang evakuasi pada 2-8 Maret 2019.”

Advertisement

“Hingga Juli 2020, atau sekitar 4 bulan sudah kami meninggalkan kampung halaman. Kami tersebar di sekitar Mile 32, SP 2, Jalan Baru, sebagian bergantung kepada keluarga di Timika, dan tinggal di rumah kost,” jelasnya.

“Kami meminta kepada Pemerintah Daerah, TNI dan Polri, PT Freeport, Lembaga Adat Suku Amungme (Lemasa), pihak gereja di Tanah Papua untuk segera mengembalikan kami ke kampung halaman kami di Waa tembagapura,” sambungnya.

Mama Ema mengatakan, masyarakat adat kampung Waa korban evakuasi Tembagapura di Timika meminta dikembalikan ke kampung Halaman dan menolak relokasi.

“Selama empat bulan pemerintah dan PT Freeport tidak perhatikan pemilik Nemangkawi. Mereka menjadikan alat sampah. Mereka hidup dengan trauma dan tidak bertahan hidup di daerah panas,” kata Ema.

Reporter: Yugo
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*