Pengidap Covid-19 dari Klaster Mitra 10 Bertambah, Aktivis: “Indikasi Toko Remehkan Protokol Kesehatan”

Toko Bangunan Mitra 10, Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor (dok. detikcom)
Toko Bangunan Mitra 10, Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor (dok. detikcom)

BOGOR (KM) – Kasus positif covid-19 yang terus bertambah dari klaster toko bangunan swalayan Mitra 10 Kota Bogor terjadi karena sejak awal toko tersebut “sudah meremehkan protokol kesehatan covid-19” dan “jelas sudah mengabaikan mandat pemerintah”. Hal tersebut diungkapkan oleh aktivis Bogor Iksan Awaludin kepada KM siang ini 6/7.

“Sampai dengan sekarang toko bangunan tersebut (Mitra 10), menambah pasien yang positif terpapar covid-19. Maka kami menilai Mitra 10 sejak awal berlakunya protokoler kesehatan dari pemerintah Kota Bogor atau dari Gugus Tugas, mereka abaikan dan anggap remeh,” ungkap Iksan.

“Maka dari itu jika perlu tutup saja Mitra 10 jangan kasih izin kembali untuk beroperasi di Kota Bogor,” tambah Iksan.

Advertisement

Iksan juga mengatakan, toko tersebut bukan toko kecil atau kelontongan, melainkan perusahaan besar yang seharusnya bisa menjaga kondisi di masa pandemi ini. “Tapi mengapa justru malah menyumbang positif covid-19?” ujarnya.

“Untuk itu Pemkot Bogor atau Gugus Tugas bisa mengambil sikap, tutup dan cabut ijin Mitra 10. Karena sangat jelas indikasinya Mitra 10 sudah mengabaikan protokoler kesehatan yang baik dan mencoreng nama Kota Bogor,” tegas Ikhsan.

Diketahui jumlah kasus positif covid-19 dari klaster toko bangunan Mitra 10, Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor bertambah tiga kasus menjadi 23 orang. Salah satu kasus terjadi pada warga Kota Depok.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*