Lagi, Petugas Keamanan Mitra 10 Kota Bogor Intimidasi Wartawan

Toko bangunan Mitra 10 di Jl. Sholeh Iskandar, Kota Bogor (dok. KM)
Toko bangunan Mitra 10 di Jl. Sholeh Iskandar, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Arogansi dan sikap sewenang-wenang petugas keamanan toko swalayan bahan bangunan modern Mitra 10 yang terletak di Jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor, kepada awak media kembali terulang.

Pada hari pertama uji coba pengoperasian toko itu setelah sempat tutup hampir 20 hari karena ditemukan sejumlah kasus positif covid-19, kembali Mitra 10 diwarnai ketegangan antara media dan petugas keamanan berpakaian preman, pada Kamis 9/7.

Peristiwa itu bermula saat sejumlah awak media menerima informasi tentang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor yang mengeluarkan rekomendasi kepada manajemen Mitra 10 untuk kembali beroperasi di masa penerapan Pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pada Kamis 9/7. Dua pekerja media dari Bogornetwork.com dan Sindonews.com pun langsung mendatangi lokasi dan melakukan peliputan.

Saat sedang melakukan peliputan dan mengabadikan suasana Mitra 10 dari luar pagar, tepatnya pinggir jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor, mendadak seorang berbadan tegap berpakaian preman (kaos putih dan celana krem) dengan masker hitam mendatanginya. Dengan kedua tangannya dia berusaha menghalangi proses peliputan berupa menutup kamera yang diarahkan pada halaman Mitra 10.

Seketika terjadi ketegangan antara awak media dari sindonews.com

Advertisement
dengan petugas keamanan yang berusaha memaksa dan menutupi lensa kamera.

Setelah adu argumen soal hak wartawan, petugas keamanan tersebut pun menghubungi atasannya dan meninggalkan lokasi.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah organisasi profesi wartawan dan fotografi mengecam keras intimidasi dan penghapusan file foto secara paksa oleh oknum petugas keamanan toko Mitra 10 terhadap Sofyansyah, pewarta foto Radar Bogor (Jawa Pos Group), saat meliput swab test covid-19 yang dilaksanakan tim medis Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat, pada 18 Juni 2020.

Terkait hal tersebut di atas, Ketua PWI Kota Bogor, Arihta Utama Surbakti mengingatkan bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

“Maka dari itu, PWI Kota Bogor menyatakan beberapa sikap yakni prihatin dan mengecam serta mengutuk semua tindakan penghalangan, intimidasi, dan penghapusan karya jurnalistik secara paksa oleh petugas Toko Mitra 10 Bogor terhadap pewarta foto yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik,” ujar Ari dalam pernyataan pers yang diterima KM pagi ini.

“Kami juga mendesak semua pihak untuk tidak melakukan penghalangan, intimidasi, dan penghapusan karya jurnalistik yang sedang melakukan kerja peliputan,” pungkasnya.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*