Bikin Kumuh dan Sumbat Drainase, Warga Desak Pemkot Bogor Tertibkan PKL Jalan Malabar-Sancang

PKL Di Jalan Malabar-Jalan Sancang, Kecamatan Bogor Tengah (istimewa)
PKL Di Jalan Malabar-Jalan Sancang, Kecamatan Bogor Tengah (istimewa)

BOGOR (KM) – Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Malabar hingga Jalan Sancang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, dikeluhkan warga. Sebab kehadiran PKL yang berjumlah kurang lebih 200 itu membuat kumuh dan hilangnya fungsi trotoar dan drainase di lingkungan tersebut.

Warga RT01 RW05, Kelurahan Tegallega, mengatakan bahwa wilayahnya merupakan lingkungan pendidikan dan seharusnya bersih dan tertata. Namun akibat maraknya PKL, wilayah tersebut menjadi kumuh.

“Ya lingkungan jadi kotor dan tidak tertata, selain itu juga kenyamanan terganggu karena parkir dimana-mana, jadi warga merasa tidak nyaman,” ungkap warga kepada awak media, Selasa 21/7.

Warga juga mengatakan, wilayah Malabar itu termasuk ring satu karena berseberangan dengan Istana Bogor di mana tempat tinggalnya Presiden, “maka seharusnya tertata dan bersih.”

“Sebaiknya Pemerintah Kota Bogor dan dinas terkait agar melakukan penataan, demi kenyamanan warga. Mulai penertiban PKL yang berjualan di trotoar, serta melakukan perbaikan drainase supaya saluran air lancar,” beber warga.

Hal senada disampaikan warga RT01 RW 02 Kelurahan Tegallega, yang mengaku bahwa banyak warga mwngeluh mengenai banyaknya PKL di lingkungannya.

Advertisement

“Banyak keluhan warga tentang jalan macet, aktivitas terganggu, warga sudah mengusulkan untuk dilakukan satu arah tetap macet, karena terganggu yang parkir,” terang warga.

Warga mengaku “sangat mendukung” jika ada program dari Pemkot Bogor untuk melakukan penataan. “Coba lihat saja sekarang trotoar sudah tidak bisa berfungsi, warga tidak lagi berjalan di atas trotoar karena penuh sama PKL,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya itu.

Selain itu, dengan maraknya PKL drainase juga tidak berfungsi, bahkan setiap hujan, air meluap ke jalan.

“Kalau banjir memang enggak, tapi air ke jalan dan deras, itu membahayakan karena banyak motor terbawa, apalagi kalau banyak anak-anak itu mengancam keselamatan,” tegasnya.

Dikatakannya, yang berjualan di kawasan itu mayoritas dari luar. “PKL di situ saya tidak banyak yang kenal, karena rata-rata mereka pendatang dan tidak pernah melapor. Mereka hanya numpang usaha saja,” pungkasnya.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*