Aktivis Laporkan Sederet Penyimpangan Pada Penyaluran Anggaran Covid-19 oleh Pemkot Tanjungbalai ke Polda dan Kejati Sumut

Tim
Tim "Gugus Pencegahan Korupsi Dana COVID-19" saat memasukkan laporan di Mapolda Sumatera Utara, Kamis 9/7/2020 (dok. KM)

TANJUNGBALAI, SUMUT (KM) – Wahana Anak Pinggiran Indonesia (WAHAPI) dan Komite Mahasiswa Pemuda Peduli Kota (KOMPAK) melaporkan dugaan penyimpangan anggaran percepatan penangan covid-19 kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Sumatera Utara di Medan, Kamis 9/7.

“Kami sudah menyampaikan berkas laporan lengkap dengan bukti-bukti dugaan penyimpangan pengunaan angaran penanganan covid-19 Tanjungbalai kepada Kapolda dan Kejati Sumatera Utara,” ujar Ketua Wahapi, Andrian Sulin saat ditemui siang ini 10/7.

Sulin menjelaskan, laporan yang disampaikan ke Kapolda dan Kejati Sumatera Utara itu adalah realisasi anggaran untuk pengadaan 33.973 paket bantuan sosial mencapai Rp5 miliar yang disediakan Perum Bulog Subdrive Kisaran.

Dalam pengadaan 33.973 paket bahan pangan berupa beras, minyak goreng dan telur itu pihaknya menduga kuat terjadi kenaikan harga diatas harga pasar yang merugikan keuangan negara/daerah.

Advertisement

“Kemudian, program pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebanyak 434 orang warga Tanjungbalai dari Malaysia dengan alokasi mencapai Rp660 juta ada indikasi pemalsuan data, pungutan liar (pungli) dan penyalahgunaan wewenang.”

“Dalam kedua program tersebut dinilai ada penyalahgunaan wewenang dan jabatan serta tindak pidana. Maka yang dilaporkan adalah Wali Kota sebagai Ketua Gugus Tugas COVID-19 Tanjungbalai, Kepala Bulog Subdrive Kisaran, Kadis Sosial dan Plt Kadis Ketenagaan Kota Tanjungbalai,” kata Sulin.

Sulin dan Ramadhan yang menamakan koalisinya “Tim Gugus Pencegahan Korupsi Dana COVID-19 Tanjungbalai” berharap, laporan pihaknya segera dipelajari dan ditindaklanjuti baik Kapolda dan Kajati Sumatera Utara.

“Untuk selanjutnya apabila Kapolda dan Kajati ingin melakukan gelar perkara terhadap laporan tersebut, kami siap untuk mempresentasikan,” pungkasnya.

Reporter: RBB
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*