SMPN 1 Binong Pungut Uang Pengayaan dan Perpisahan dari Orang Tua Murid

SMPN 1 Binong, Subang (dok. KM)
SMPN 1 Binong, Subang (dok. KM)

SUBANG (KM) – Penyelenggaraan pendidikan gratis untuk jenjang pendidikan dasar secara jelas dan tegas diatur dalam Pasal 31 ayat (1) dan ayat (2) UUD 1945, serta Pasal 34 ayat (2) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Berbagai perangkat peraturan yang spesifik mengatur tentang jenis-jenis larangan pungutan pun telah diterbitkan. Di sisi lain Pemerintah telah menggulirkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan tujuan khusus untuk membebaskan pungutan bagi seluruh siswa jenjang pendidikan dasar.

Namun, terlepas dari problematika yang dialami sekolah, masih tetap saja ada sekolah melakukan pungutan-pungutan dengan berbagai dalih dan ketidaktahuan batasan atas larangan yang dimaksud dalam aturannya.

Termasuk di Kabupaten Subang, salah satunya SMP Negeri 1 Binong. Atas keputusan pemangku kebijakan di sekolah ini, beberapa waktu lalu pihak sekolah telah meminta dana kepada orang tua murid kelas IX sebesar Rp600.000. Adapun dana sebesar itu, menurut informasi yang diterima KM, untuk kegiatan sekolah seperti pengayaan dan biaya perpisahan murid.

Advertisement

Keputusan tersebut merupakan hasil rapat orang tua murid dengan komite sekolah.

“Ya benar, uang sebesar Rp 600 ribu itu untuk keperluan kegiatan murid, seperti pengayaan dan biaya perpisahan,” terang Endang Cahya, ketua Komite SMPN 1 Binong, kepada KM.

Namun diketahui Ujian Nasional tahun ini ditiadakan demi mencegah penyebaran wabah virus corona covid-19, sehingga pemanfaatan biaya tersebut menjadi pertanyaan bagi orang tua murid.

Kepala SMP Negeri 1 Binong, Saenudin, saat dimintai keterangan melalui telepon selularnya tidak memberi penjelasan.

Reporter: Sunardi
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*