Pengamat: “Serangan Rudal Yaman ke Riyadh Pukulan Telak Bagi Saudi”

Jubir Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree (dok. alahed)
Jubir Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree (dok. alahed)

(KM) – Serangan rudal dan drone Tentara dan Komite Rakyat Yaman ke dalam wilayah Saudi adalah “tanda kegagalan” Riyadh dalam mewujudkan tujuannya di negara tersebut. Hal itu disampaikan oleh analis politik Yaman, Adil al-Masni, kepada televisi Al Jazeera kemarin 23/6.

Al-Masni, yang dekat dengan Pemerintahan Mansour Hadi, mengatakan kepada kanal media asal Qatar tersebut bahwa “Operasi Preventif IV” yang dilancarkan terhadap target-target vital di Riyadh menunjukkan bahwa tidak ada lagi tempat aman di Arab Saudi.

Menurutnya, serangan orang-orang Yaman telah mampu menjangkau kawasan-kawasan strategis terpenting di Saudi.

Dalam serangan Selasa dini hari kemarin, al-Masni menyebut Yaman menggunakan sebuah senjata baru dan modern, yang telah memberikan pukulan telak kepada Saudi. Ini menunjukkan, kata al-Masni, bahwa orang-orang Yaman memiliki “fasilitas-fasilitas yang sangat berbahaya.”

“Kelompok Houthi telah menggoyahkan posisi dan wibawa Saudi, serta mempermalukan mereka di mata dunia,” tandas al-Masni.

Advertisement

Analis Yaman ini berpendapat, Pasukan Yaman memiliki rasionalitas memadai untuk (mengurus) sebuah negara. Pertama-tama mereka membuat perencanaan, kemudian mengembangkan kekuatan militernya dan sanggup meraih kesuksesan. Sementara itu, Saudi, kata al-Masni, “tenggelam dalam kegagalan.”

Sebelumnya, dilaporkan dari stasiun televisi al-Masirah, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree, mengumumkan, Operasi Preventif IV telah dilancarkan ke ibu kota Saudi.

Saree menjelaskan, operasi besar ini dilakukan dengan menembakkan sejumlah besar rudal balistik dan rudal bersayap Quds dan Dzulfiqar, juga pesawat-pesawat nirawak, ke dalam wilayah Saudi.

Operasi Preventif IV ini, ungkap Saree, menargetkan Kementerian Pertahanan Saudi, Kementerian Intelijen Saudi, pangkalan udara Raja Salman, dan sejumlah basis militer di Riyadh, Jizan, dan Najran.

Reporter: Red/LI

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*