Nicolas Maduro: “Venezuela Bukan Halaman Belakang Uni Eropa, Pergi Saja ke Neraka”

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (stock)
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro (stock)

(KM) – Presiden Venezuela Nicolas Maduro memperingatkan Uni Eropa agar menghindari campur tangan atas urusan internal Caracas, dan menekankan bahwa negara Amerika Latin itu bukan “halaman belakang” blok Eropa.

Maduro membuat pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan Partai Persatuan Sosialis Venezuela (PSUV) pada hari Selasa 16/6, setelah Dewan Eropa mengutuk keputusan Mahkamah Agung Venezuela untuk merombak komposisi Dewan Pemilihan Nasional (CNE) negara tersebut.

“Saya telah membuat pernyataan ke UE: kuatirkan saja tentang virus corona, rasisme di UE, dan krisis ekonomi. Jangan main-main dengan Venezuela lagi. [Tetap] jauh dari Venezuela, Uni Eropa, sudahi sudut pandang kolonialis anda!” tegas Maduro, seperti yang dikutip oleh media Press TV kemarin.

Dewan Eropa mengklaim dalam sebuah pernyataan Selasa pagi bahwa keputusan Mahkamah Agung Venezuela untuk mengusir partai-partai oposisi dari CNE akan “mengurangi ruang demokrasi di negara itu ke tingkat minimum,” menambahkan bahwa keputusan tersebut akan “menciptakan hambatan tambahan untuk resolusi krisis politik yang mendalam di Venezuela.”

Advertisement

Lebih lanjut, Dewan Eropa mendesak pemerintah dan oposisi Venezuela “untuk terlibat dalam negosiasi yang bermakna dan inklusif tentang konstitusi CNE dan pencabutan larangan partai-partai oposisi.”

“Semua aktor nasional harus kembali ke meja perundingan, demi kepentingan semua rakyat Venezuela, pada saat situasi kemanusiaan yang rumit menambah krisis politik,” kata Dewan itu.

Pernyataan itu sontak memancing amarah dari pemimpin Venezuela.

“Venezuela bukan halaman belakang UE […] pergi ke neraka,” jawab Maduro dengan marah dalam siaran yang ditayangkan oleh televisi nasional Venezuela.

Venezuela telah berada dalam kekacauan politik sejak Januari tahun lalu, ketika politisi oposisi Juan Guaido secara sepihak menyatakan dirinya sebagai “Presiden Sementara.”

Guaido, yang didukung oleh Amerika Serikat, kemudian melancarkan kudeta yang gagal meski sudah didukung Washington dan sejumlah tentara bayaran.

Washington telah memberlakukan beberapa putaran sanksi yang melumpuhkan negara Amerika Selatan kaya minyak itu, dengan tujuan menggulingkan Maduro dan menggantikannya dengan Guaido.

Reporter: Red/PP

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*