NATO Minta Inggris Waspadai Peranan Huawei dalam Pengembangan jaringan 5G
(KM) – Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan pada Rabu 10/6 kemarin bahwa Barat “tidak dapat mengabaikan kebangkitan Tiongkok”, sehingga Inggris perlu mengkaji ulang peran Huawei dalam jaringan 5G untuk memastikan keamanannya.
Dilansir Reuters, Stoltenberg menegaskan, “Tiongkok mendekati Barat di semua level. Di Kutub Utara, di dunia maya, bahkan di semua ifrastruktur sensitif, termasuk sektor komunikasi.â€
Sekjen NATO itu mengklaim yakin bahwa “Inggris mampu merancang semua jaringan globalnya dengan sangat protektif serta menjamin jaringan 5G-nya aman.â€
“Karena itu, saya pikir sangat perlu sekarang untuk melakukan tinjauan baru guna melihat dengan tepat, bagaimana ini akan dilakukan,†imbuhnya.
Pada bulan Januari lalu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberi Huawei peran terbatas dalam jaringan seluler 5G di Inggris, menggagalkan upaya global AS untuk mendepak raksasa telekomunikasi itu dari persaingan bisnis telekomunikasi di Barat.
Pada bulan Februari, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengeluarkan pernyataan bahwa membiarkan Huawei membangun jaringan 5G dapat “mengancam” NATO.
Perwakilan urusan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell hari ini menjelaskan, bahwa Eropa tidak sedang dalam Perang Dingin dengan Tiongkok, dan tidak akan pernah menjadi bagian di dalamnya.
Reporter: HJA/PP
Leave a comment