KPK Panggil 2 Saksi Kasus Suap-Gratifikasi Nurhadi, Salah Satunya Nelayan

Gedung KPK, Jakarta (dok. KM)
Gedung KPK, Jakarta (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Penyidik KPK memanggil dua saksi terkait kasus suap-gratifikasi Rp46 miliar yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Salah satu saksi disebut sebagai nelayan.

“Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka HSO (Hiendra Soenjoto),” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan kupasmerdeka.com, Jumat pagi 12/6.

Dua saksi yang dipanggil KPK itu atas nama Jap Anastasia dan Agus Hariyanto. Dalam jadwal pemeriksaan KPK, Agus Hariyanto disebut sebagai nelayan atau bidang perikanan dan Jap Anastasia sebagai swasta.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Hiendra bersama Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), menjadi tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Penerimaan tersebut terkait perkara perdata PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero) pada 2010.

Advertisement

Kemudian, pada Senin (1/6/2020) malam, KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono (RHE), di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Nurhadi dan Rezky ditangkap KPK setelah menjadi buron selama hampir 4 bulan.

Kedua tersangka itu kini ditahan di Rutan KPK. Namun, hingga kini Hiendra belum juga tertangkap.

Tiga kendaraan hingga uang tunai yang sempat diamankan saat penangkapan Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, kini berstatus disita KPK. KPK menyebut barang-barang itu berkaitan dengan kasus suap-gratifikasi Rp 46 miliar.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*