KNPI Kabupaten Bogor “Dukung Penuh” Penyelidikan Kajari Soal Ambruknya Gedung KONI

Ketua KNPI Kabupaten Bogor, Hasyemi Faqihudin (dok. KM)
Ketua KNPI Kabupaten Bogor, Hasyemi Faqihudin (dok. KM)

BOGOR (KM) – Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor beberapa hari lalu ambruk pasca hujan deras yang mengguyur wilayah Cibinong dan sekitarnya pada Kamis 11/6 malam.

Persoalan ambruknya Gedung KONI Kabupaten Bogor pun sampai saat ini belum diketahui penyebabnya, namun persoalan tersebut terus bergulir.

Pada akhirnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor langsung menggelar konferensi pers menyikapi hal tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bogor, Munaji, mengatakan pihaknya akan segera melakukan investigasi terkait ambruknya bangunan gedung KONI tersebut.

“Kita minta waktu dua minggu untuk melakukan investigasi. Nanti akan kita panggil rekan-rekan media apa hasil yang kita dapatkan di lapangan dan sejauh mana hasil penyelidikan kita,” ujarnya dalam jumpa pers yang dilakukan di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Senin 15/6.

Munaji pun juga menambahkan, pihaknya tidak bisa terburu-buru dalam menangani kasus tersebut, karena gedung tersebut sudah dua tahun selesai dibangun.

“Karena bangunan itu sudah selesai dan ditempati selama dua tahun, tentunya itu sudah ada hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jika memang nanti ada ditemukan kerugian negara dalam pekerjaan pembangunan gedung KONI itu ya kita akan panggil pihak kontraktor dan pihak lainnya. Kita harus cek dulu apa hasil audit BPK nya, kalau terjadi penyimpangan baru kita bisa mengambil langkah selanjutnya,” tegas Kajari.

Advertisement

Sebelumnya, Junaidi Samsudin selaku Ketua KONI Kabupaten Bogor dan Bambang Setiawan selaku Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor ketika dikonfirmasi awak mengaku bahwa bukan pihaknya yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Karena bangunan KONI masih tanggungjawab Dispora, silahkan tanyakan ke Dispora aja ya,” kata Junaidi singkat melalui pesan WhatsApp, Jumat 12/6.

Hal itu pun sama dikatakan Kepala Dimas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Bambang Setiawan mengatakan saat pembangunan kantor gedung KONI dirinya belum menjabat kepala Dinas.

“Saat gedung itu dibangun sampai terima kunci bukan saya kepala dinasnya, saya baru satu tahun menjabat,” tandasnya.

Terpisah, Hasyemi Faqihudin, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor mendukung penuh Kajari Kabupaten Bogor untuk mengusut tuntas serta investigasi ambruk Gedung KONI.

“Tentunya saya mendukung penuh Kajari Kabupaten Bogor untuk segera menyelidiki persoalan Gedung KONI Kabupaten Bogor yang ambruk, karena itu menggunakan uang rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, persoalan pun pernah terjadi terkait bangunan Masjid Baitul Faidzin yang juga menelan APBD senilai Rp 27 miliar, diduga proyek tersebut asal-asalan sehingga plafon dan bangunan lainnya mengalami kerusakan, padahal baru satu tahun selesai dibangun.

Reporter: Efri, Farhan Raditya
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*