Cemaskan Penyebaran Covid-19 Tapi Abaikan Blokade Pangan, Menkes Yaman: “PBB Hanya Teteskan Air Mata Buaya”

Menteri Kesehatan Yaman, Thaha al-Mutawakkil (stock)
Menteri Kesehatan Yaman, Thaha al-Mutawakkil (stock)

(KM) – Menteri Kesehatan Yaman, Thaha al-Mutawakkil, mengkritik sikap pasif Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) terhadap kondisi kemanusiaan di negaranya.

“Percuma saja PBB mencemaskan penyebaran [virus] corona di Yaman, sebab lembaga ini tidak memedulikan bencana akibat perang dan blokade di negara tersebut,” ujar al-Mutawakkil, seperti dikutip media Al Alam.

“Tugas PBB adalah membantu bangsa-bangsa, bukan hanya meneteskan air mata buaya, seperti yang dilakukannya untuk Yaman. Kami bertanya kepada PBB: apa bantuan kalian untuk Yaman?” lanjutnya

“PBB memprediksikan bencana terburuk akibat pandemi corona di Yaman. Namun mereka mengabaikan pembantaian rakyat Yaman dalam lima tahun terakhir ini. Sejak awal perang dan blokade, PBB juga tidak mengindahkan laporan-laporan tentang krisis kemanusiaan di Yaman,” lanjutnya.

Al-Mutawakkil menambahkan, berlanjutnya penahanan kapal-kapal pembawa BBM dan pangan untuk penduduk Yaman akan menciptakan krisis baru di sektor kesehatan. Dia menganggap PBB bertanggung jawab atas tindakan koalisi pimpinan Arab Saudi ini.

Ia juga menyatakan bahwa Provinsi Taiz di Yaman berada dalam kondisi luar biasa akibat agresi, blokade, dan penyebaran wabah virus corona.

Advertisement

“Di kawasan-kawasan yang dikuasai Tentara Yaman, penduduk Taiz mendapatkan layanan kesehatan yang baik dan memadai. Namun hal ini tidak berlaku di kawasan-kawasan yang diduduki Koalisi,” papar al-Mutawakkil seperti dikutip al Masirah.

“Di kawasan-kawasan Taiz yang diduduki Koalisi, tidak ada kedaulatan dari Pemerintah Yaman. Adanya adalah sindikat-sindikat yang melakukan pembunuhan dan penjarahan serta mendukung Koalisi,” imbuhnya.

Menkes Yaman itu juga menegaskan bahwa PBB “tidak berperan” dalam menangani virus corona, baik di kawasan yang sudah direbut kembali pemerintahan Sana’a atau masih diduduki “agresor”.

“Pernyataan-pernyataan staf PBB jauh dari kenyataan dan hanya dirilis untuk mendapatkan dana,” tandasnya.

Al-Mutawakkil menegaskan, jumlah pengidap corona di kawasan yang dikontrol Tentara Yaman jauh lebih sedikit dari jumlah pasien di seluruh negeri. Ia menegaskan, ini adalah buah dari ketatnya aturan dan protokol kesehatan yang dijalankan pihaknya.

Reporter: Red/PP

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*