20 Desa di Kabupaten Bogor Kembalikan 18 Ton Beras Bantuan Bupati yang Ternyata Tidak Layak Konsumsi

Ilustrasi pendistribusian beras Bulog (stock)
Ilustrasi pendistribusian beras Bulog (stock)

BOGOR (KM) – Sebanyak 20 desa di Kabupaten Bogor mengembalikan bantuan beras dari Bupati Bogor yang didistribusikan dari gudang Bulog Dramaga. Beras yang dibagikan ke pihak desa itu ternyata menuai kekecewaan dari para kepala desa.

Pengiriman bantuan beras ke pihak desa itu diperuntukkan bagu masyarakat desa yang terdampak covid-19 untuk persiapan tiga bulan ke depan, terhitung dari bulan April, Mei hingga bulan Juni 2020.

Bantuan beras sebanyak 18 ton yang bernilai total Rp189.7 miliar itu membuat kecewa 20 desa yang menerimanya lantaran beras yang diterima berkualitas buruk dan dikatakan “tidak layak untuk dikonsumsi.”

Advertisement

“Saya berasumsi bahwa beras bantuan Bupati pasti berasnya bagus, ternyata beras itu buruk, tak layak untuk dimasak atau dimakan,” tutur narasumber KM yang enggan disebut namanya kemarin 16/6.

“Di dalam pemberian bantuan itu diduga ada oknum yang bermain, antara pihak gudang beras dan pihak oknum tertentu. Beras yang bagus dioplos, atau disulap, sehingga yang sampai ke desa tak berkualitas,” ucapnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Gudang Bulog Dramaga Bogor, Angga, belum berhasil dimintai klarifikasi.

Reporter: Tarno HM
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*