Pria ini Tolak BST, Dapat Apresiasi dari Pegiat Sosial

Marsan menyerahkan BST yang ia terima kepada Bima Kanuyek Sibun, warga lain yang ia nilai lebih layak menerima bantuan terebut (dok. KM)
Marsan menyerahkan BST yang ia terima kepada Bima Kanuyek Sibun, warga lain yang ia nilai lebih layak menerima bantuan tersebut (dok. KM)

BENGKULU SELATAN (KM) – Jarang sekali kalau ada masyarakat yang menolak lalu memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diterima atas namanya sendiri kepada masyarakat yang dianggap lebih layak menerima. Namun inilah tindakan dari seorang warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Marsan, pria kelahiran Tanjung Beringin 6 Juni 1973 yang mempunyai istri bernama Masniri adalah warga yang masuk daftar penerima BST bagi warga kurang mampu sebagai program bantuan bagi masyarakat yang terdampak covid-19. Ia rela mengalihkan bantuan yang ia terima tersebut kepada orang lain yang dianggapnya lebih layak menerima.

Bukan hanya itu, namun dengan ikhlas Marsan juga menandatangani surat pernyataan pengalihan bantuan tersebut di atas materai. Dalam surat pernyataan tersebut Marsan menyatakan menolak bantuan yang diberikan kepada istrinya, karena ia merasa “masih muda dan sehat, masih kuat bekerja dan merasa malu menerimanya karena masih banyak yang lebih layak”. Marsan mengalihkan BST tersebut kepada warga lainnya yang lebih layak yang bernama Bima Kanuyek Sibun.

Ketika dimintai keterangan oleh Kupas Merdeka pada Rabu 27/5, Marsan membenarkan bahwa ia memang benar menandatangani surat tersebut dan surat tersebut ia tandatangani pada 18 Mei 2020 lalu.

Advertisement

Terpisah, aktivis dan pegiat sosial Syeni Susanti mengungkapkan apresiasi kepada masyarakat yang dengan kesadarannya sendiri di tengah pandemi covid-19 ini dengan ikhlas memberikan bantuan yang diterimanya dari pemerintah kepada masyarakat yang lebih layak menerima. “Saya sangat terharu kepada bapak Marsan dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada beliau dimana di tengah pandemi covid-19 ini orang-orang mengharapkan bantuan namun beliau dengan antusias rela dan ikhlas memberikan bantuan yang diterimanya kepada orang lain yang jelas lebih layak darinya,” ujar Syeni dengan haru.

Lebih lanjut, sebagai pegiat sosial Syeni berharap tindakan yang dilakukan oleh warga tersebut dapat menjadi motifasi bagi penerima lainnya yang merasa lebih mampu dan tidak layak, kiranya bantuan tersebut dengan ikhlas dan tulus diserahkan kepada yang lebih layak menerima seperti apa yang di lakukan oleh Marsan.

“Saya berharap ada kesadaran individu penerima,ya kalau merasa tidak layak tidak apa diikhlaskan dan diberikan kepada yang lebih layak menerima,” tutup Syeni.

Reporter: Tajar
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*