Pengerjaan Proyek Irigasi Diduga Serampangan, Jalan Sentul-Pamarayan Jadi Licin dan Berlumpur

Kondisi jalan Sentul-Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten (dok. KM)
Kondisi jalan Sentul-Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten (dok. KM)

SERANG (KM) – Warga yang melintasi jalan Sentul-Pamarayan mengeluhkan kondisi bahu jalan yang dijadikan tempat pembuangan tanah lumpur dan ceceran tanah lumpur yang tumpah dari bak truk pengangkut sehingga menyebabkan kondisi jalan menjadi berdebu dan licin bila hujan.

Dari pantauan KupasMerdeka.com pada Rabu 13/5 di jalan Sentul-Pamarayan, banyak truk yang mondar-mandir membawa tanah lumpur di lokasi. Lumpur dari truk pun banyak tercecer ke jalan sehingga menjadi ancaman keselamatan, khususnya bagi pengendara motor, apalagi ketika hujan turun sehingga jalan menjadi licin.

Lumpur yang diangkut truk-truk tersebut berasal dari lokasi proyek normalisasi saluran irigasi.

“Setiap hari truk keluar masuk proyek, pagi masuk dan siangnya truk sudah mengangkut tanah lumpur,” keluh Acun, salah seorang warga sekitar.

Menurut Acun, pengoperasian tanah lumpur tidak melihat waktu, dan ia meminta agar pemerintah daerah bisa bertindak tegas.

“Paling tidak mereka kerja, kalau bisa, setiap truk yang baru membuang tanah lumpur di bahu jalan dibersihkan dulu supaya tanah lumpur tidak tercecer dari roda maupun badan truk,” lanjut Acun.

Advertisement

“Kalau hujan, penuh lumpur jalan sangat licin sebagus apapun jenis ban kalu melintasi jalan beraspal dengan tanah seperti ini, pengendara akan terjatuh,” ungkap Acun.

Dalam hasil penelusuran di lapangan, diperoleh informasi dari salah satu warga yang mengatakan bahwa dalam proses pemadatan proyek normalisasi irigasi, terlebih dahulu dilakukan pencampuran dengan lumpur kali, diatasnya baru tanah merah.

“Apakah harus seperti itu pemadatannya? Proyek normalisasi irigasi yang terletak di jalan Sentul Pamarayan asal-asalan bongkar pasang. Melihat anggarannya yang cukup besar, namun pekerjaan proyek yang sudah hampir satu tahun belum juga selesai,” pungkasnya.

Repoter: pardi, Wahid
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*