Kapolres Kebumen Ancam Pelaku Razia dan Penutupan Paksa Warung saat Ramadan dengan “Penindakan Tegas dan Terukur”

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan (dok. KM)
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan (dok. KM)

KEBUMEN (KM) – Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Kebumen agar tidak ada yang menggelar aksi anarkis menutup warung, membanting, memorakpondakan maupun razia saat bulan Ramadan. Hal itu ia sampaikan pada apel pagi di Kebumen pada Senin 4/5.

Rudy memerintahkan anggota Polres Kebumen untuk melakukan “penindakan tegas dan terukur” kepada warga masyarakat yang melakukan aksi anarkis.

“Razia dan menggeledah adalah tugas kepolisan karena Undang-undang, dan tidak boleh dilakukan oleh warga masyarakat maupun ormas,” ujar Rudy.

“Kita tidak ingin di Kebumen ada aksi anarkis, pengrusakan. Saat ini waktunya kita saling menghormati yang berpuasa, dan menghargai yang tidak puasa karena alasan lain (perbedaan keyakinan),” katanya.

Advertisement

Menurut Kapolres, warung yang akan berjualan diperbolehkan tetap buka dengan alasan untuk membantu ekonomi, namun setidaknya ditutup kain atau sesuatu penghalang agar tidak terlihat dari luar, untuk menghormati mereka yang sedang melaksanakan ibadah puasa.

Kepada para warung yang masih buka, Kapolres mengimbau untuk saling mengingatkan pembeli untuk tidak bergerombol di dalam warung dan menerapkan physical distancing, jaga jarak tetap memakai masker.

“Namun alangkah baiknya dalam situasi pandemi virus corona makanan yang dibeli cukup dibungkus dan dimakan di rumah. Ini dilakukan untuk mempercepat pemutusan mata rantai penularan covid-19 di Kebumen,” pungkasnya.

Reporter: evie
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*