GEMAKU Kutuk Keras Pelarungan ke Laut Mayat ABK Indonesia di Kapal Tiongkok

ABK di kapal perikanan
ABK di kapal perikanan "Longxing" asal Tiongkok melarung ke laut jenazah ABK asal Indonesia yang meninggal dunia (stock)

BOGOR (KM) – Pengurus Pusat Generasi Muda Khonghucu Indonesia (GEMAKU) mengecam dugaan perdagangan manusia atau human trafficking terhadap 18 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal perikanan asal Tiongkok yang bernama “Longxing”. Pendiri GEMAKU, Kristan menyebutkan bahwa tragedi tersebut sebagai bentuk praktik perbudakan modern yang “sangat tidak manusiawi”.

“Tragedi kemanusiaan yang menimpa 18 ABK asal Indonesia tersebut adalah bentuk perbudakan dan patut diduga dan dicurigai telah terjadi kejahatan human trafficking. Hal ini tampak jelas dari cara perusahaan menangani ABK yang meninggal dunia hingga prosesi penguburannya yang tidak manusiawi dengan cara melarungnya ke laut,” ujar Kristan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan tindakan pelanggaran berat terhadap Hak Asasi Manusia, “oleh sebab itu kami mengutuk keras dan menyesalkan terjadinya tragedi kemanusiaan tersebut”.

Advertisement

GEMAKU menuntut Dalian, perusahaan yang mempekerjakan para ABK tersebut untuk meminta maaf secara terbuka kepada korban dan seluruh masyarakat Indonesia, serta memenuhi hak-hak pekerja sepenuhnya dan memberikan kompensasi yang layak terhadap semua akibat pelanggaran yang telah dilakukan perusahaan Dalian kepada ABK Indonesia. GEMAKU juga meminta Pemerintah Indonesia untuk memberikan perlindungan maksimal kepada 14 ABK selama masa karantina hingga proses pemulangan ke Tanah Air. Pemerintah Indonesia wajib mengawal dengan baik hak-hak ke-4 ABK yang meninggal dunia secara maksimal untuk diterimakan kepada ahli warisnya.

“Pemerintah Indonesia harus segera memperkuat perlindungan kepada ABK dan pekerja rentan lainnya dengan segera meratifikasi instrumen internasional seperti Konvensi ILO No. 188 mengenai Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan (work in fishing),” pungkas Kristan.

Reporter: Red

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*