Galian Tanah di Desa Dukuh Keragilan Diduga Liar, Polisi Janji Tindak

Galian Tanah di Kampung Nagrek, Desa Dukuh, Keragilan, Serang (dok. KM)
Galian Tanah di Kampung Nagrek, Desa Dukuh, Keragilan, Serang (dok. KM)

SERANG (KM) – Aktivitas penambangan galian tanah di Kp. Nagreg, Desa Dukuh, Kecamatan Keragilan, Kabupaten Serang, diduga tidak mengantongi izin.

Sainta, salah satu pengelola galian tersebut menyatakan bahwa dirinya telah memiliki izin dari Desa Dukuh, namun untuk izin dari lingkungan hidup “sedang dalam proses,” ucapnya saat ditemui wartawan KM Senin siang 4/5.

“Galian tanah ini saya jual kepada para supir yang mencari ordernya pesawahan (alih fungsi) dan saya juga membuka lahan galian ini telah disuruh oleh pak Asdi selaku pemilik lahan,” ucapnya.

Adapun galian tanah harus memiliki izin usaha sesuai dengan UU nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba, serta mematuhi PP nomor 23 tahun 2010 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan Minerba dan UU nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi.

UU nomor 4 Tahun 2009 dalam Pasal 161 juga mengatur bahwa yang dipidana dalam kasus pertambangan ilegal adalah setiap orang yang menampung/pembeli, pengangkutan, pengolahan, dan lain-lain. Bagi yang melanggar, maka pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

Advertisement

Selain itu, apabila ada indikasi suatu proyek pembangunan menggunakan material dari penambangan tidak berizin, maka kontraktornya juga bisa dipidana.

Menanggapi kabar tersebut Kanit Reskrim Polsek Keragilan, Feri, menjelaskan kepada wartawan KM bahwa dirinya belum mengetahui adanya galian tanah tersebut. “[Juga] tidak ada konfirmasi ke kepada kami di Polsek, saya akan koordinasikan dulu dengan Kapolsek,” tegas Feri.

Ormas Laskar Pendekar Banten Sejati (LAPBAS) juga turut angkat bicara.

“Kami akan menindaklanjuti kegiatan galian tanah yang tidak ada izin tersebut, biar jera biar tidak menyepelekan,” kata Ketua DPAC LAPBAS Pamarayan, Acun Sunarya.

“Kalau di negeri kita terus menerus ada kegiatan tambang yang tidak punya izin tersebut nanti para pengusaha lain juga akan ikut-ikutan maka saya dari lembaga akan terus berjuang demi membela kebenaran sesuai undang-undang yang berlaku,” tegas Acun.

Reporter: Pardi,Wahid
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*