Diduga Sebagai Pembunuh Nomor Satu di Papua, Aktivis dan Tokoh Pemuda Dorong Masyarakat untuk Tinggalkan Miras

(dok. KM)
(dok. KM)

MIMIKA, PAPUA (KM) – Otis Tabuni, mahasiswa pascasarjana di UKSW Salatiga mengimbau kepada generasi muda Nduga di Kabupaten Mimika agar menghindari minuman lokal maupun minuman keras. Himbauan tersebut ia ungkapkan saat “pesta perdamaian” Rabu 27/5 di KM 11 Kadung Jaya, Distrik Wania, Timika.

“Saya minta semua anak-anak muda Nduga Papua untuk hindari minuman keras. Karena minuman keras itu mematikan anak-anak muda Nduga. Minuman keras tidak membawa keuntungan,” tegas Otis.

“Sayangnya masih ada anak-anak muda yang melakukan pesta minuman beralkohol dan sejenis lainnya tanpa menyadari bahaya efek samping minuman keras itu sendiri.”

“Kalau merujuk pada peraturan seperti Perda tentang pelarangan miras nomor 15 tahun 2013, no. 3/InstrGub/2016, dan UU No. 35 Tahun 2019 di bawah pengawasan BNN (Badan Narkotika Nasional maupun Daerah) melarang keras menjual belikan baik minuman keras maupun minuman lokal di 29 Kabupaten Kota Provinsi Papua,” jelasnya.

Otis memaparkan, alkohol mengandung etanol yang merupakan          bahan psikoaktif, dan jika diminum menurunkan kesadaran dan pemicu merusak kesehatan fisik secara individu dan psikologis di dalam kehidupan sosial.

“Miras merupakan salah satu aktor di balik pembunuh orang Papua nomor satu, yang kedua HIV/AIDS akibat hubungan seks sembarangan, yang ketiga adalah baku bunuh antara keluarga dan ketiga adalah mati melalui tabrak lari dan sebagainya,” jelasnya.

“Yang jadi pertanyaannya adalah dimanakah Perda dan pengawasan BNN? Sehingga sampai masih ada penjualan miras di tanah surga ini. Bahkan situasi saat ini banyak penjualan secara ilegal,” katanya.

Advertisement

Mahasiswa pascasarjana itu mengatakan, kesehatan sangat penting apa lagi jumlah orang Papua yang semakin hari mulai menurun, sehingga dirinya berharap untuk pemerintah dapat menertibkan Perda yang telah di buat. “Tetapi juga generasi muda Nduga harus menghindari minuman keras berbagai jenis yang beredar di Kabupaten Mimika Papua,” katanya.

Sementara itu tokoh pemuda Nduga, Juli Gwijangge mengatakan bahwa konsumsi minuman keras berdampak sangat luas, seperti dapat terjadi kecelakaan lalu lintas, keributan, dan tindakan kriminalitas lainnya.

“Jadi miras dampaknya sangat luas dan sangat berbahaya bagi diri sendiri seperti kecelakaan, keributan serta kriminalitas. Makanya lebih baik stop miras,” bebernya.

Dengan tingginya angka kecelakaan lalu lintas akibat miras, pihaknya akan terus berupaya melakukan pengasawan di wilayah Kadung Jaya, guna memberantas adanya peredaran miras di Kabupaten Mimika.

“Polsek juga telah banyak menyita agen penjual miras di Kabupaten Mimika, baik itu pengedar maupun pemakai. Ini menjadi perhatian kita semua, bagimana bersama-sama memberantas peredaran miras di Kabupaten Mimika,” tegasnya.

“Kedepannya bagi para pemuda di Kadung Jaya, distrik Wania Kabupaten Mimika untuk selalu bersatu, bangkit bersama untuk menjadi contoh yang baik bagi generasi muda di Kabupaten Timika,” harapnya.

Reporter: Ernest
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*