Diduga Gelapkan Bansos Presiden, RW Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya (dok. Polri.go.id)
Polda Metro Jaya (dok. Polri.go.id)

JAKARTA (KM) – Dapat dipahami kenapa Presiden Jokowi sempat marah lantaran bantuan sosial (bansos) yang seharusnya diberikan ke warga terdampak covid-19 ternyata tidak sampai kepada mereka.

Sejumlah RT melaporkan ketua RW setempat diduga melakukan penipuan dan penggelapan.

Hal tersebut terjadi di RT 10, RT 09, RT 07, RT 06, RT 03, RT 02 dan RT 01 yang masuk dalam RW 02, Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.
Bansos dari Presiden melalui Kementerian Sosial (Kemsos) sebanyak 25 kg per-paket diduga telah dipecah secara sepihak yang diduga dilakukan Ketua RW 02 menjadi 5 kg per paket.

Pembagiannya juga diduga tidak tepat sasaran dan tidak melibatkan ketujuh Ketua RT. Padahal, mereka sudah memiliki data warga terdampak covid-19. Para RT tersebut pun atas nama warga melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya bersama tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Indonesia Solicitors, setelah mendapat kuasa dari ketujuh RT tersebut.

David Airlanto, kuasa hukum 7 RT menyebutkan bahwa laporan 7 ketua RT telah diterima oleh SPKT Polda Metro Jaya dengan nomor LP 2852/V/YAN.2.5/ SPKT.PMJ pada Jumat 15 Mei 2020 pukul 19.04 WIB. Terlapor Ketua RW 02 dengan dugaan pelanggaran Pasal 372 dan/atau Pasal 374 KUHP.

“Jadi terlapornya [ketua] RW,” kata David dalam rilisnya yang diterima kupasmerdeka.com Sabtu malam 16/5.

Menurut keterangan pihak kuasa hukum, kronologi berawal dari bantuan covid-19 dari Kemsos, tanggal 10 Mei 2020. Saat itu, ketua RW 02 ditanya data penerima bantuan oleh para RT di Bukit Duri, tetapi tidak mau memberikan data itu kepada para RT.

“Sikap tersebut menimbulkan kecurigaan dan keresahan para warga setempat. Apalagi, tanpa adanya musyawarah atau persetujuan dari Para RT dan penerima bantuan covid -19, Ketua RW.02 Kelurahan Bukit Duri secara sepihak membongkar paket beras per 25 kg,” terangnya.

“Paket 25 kg itu, lalu dipecah menjadi per paket 5 kg dan dimuat dalam kantong plastik. Oleh yang bersangkutan dibagikan sendiri kepada warga,” lanjutnya.

Para Ketua RT mengaku tidak diberi data penerima sembako tersebut.

“Ketika ditanya data penerima bantuan, Ketua RW 02 menjawab Ketua RT duduk manis saja dan diam di rumah, nanti bantuan akan datang,” tutur para RT yang dikutip David.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon kepada Kemsos apakah boleh bantuan covid-19 berupa beras 25 kg dibongkar dan dikurangi isinya tanpa ada sepengetahuan dari RT, dijawab tidak dibenarkan.

“Sebab, RT sudah mempunyai data warga yang berhak menerima bantuan sesuai nama dan alamat penerima, ” tutur David.

David menambahkan, dari informasi yang dibuat oleh Ketua RW 02 selaku Terlapor diduga telah membongkar 191 karung beras 20 kg bantuan dari Kemsos dijadikan 764 kantong plastik seberat 5 kg.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*