Dana Bantuan Presiden di Desa Purasari Leuwiliang Dipotong 75% Per Orang, Aktivis Minta Aparat Tindak Tegas

Ilustrasi bantuan dana

BOGOR (KM) – Dugaan pemotongan dana bantuan Presiden yang dilakukan oleh aparat Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, membuat geram aktivis Bogor Ali Taufan Vinaya alias ATV yang juga memaparkan sejumlah kejanggalan dalam penerimaan dana bantuan di desa tersebut.

“Apa yang telah dilakukan oleh aparat Desa Purasari jelas salah dan itu nyata sebagai pelanggaran,” ucap ATV, Kamis 28/5.

“Kita sudah mengetahui hal yang terjadi di Desa Purasari atas pemotongan bantuan Presiden dalam penanganan covid-19 adalah perbuatan melawan hukum dan aparat penegak hukum baik itu kejaksaan maupun kepolisian harus segera turun tangan, sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi,” tambahnya.

Ali memaparkan, di Desa Purasari ada sekitar 20 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan setiap KPM berhak menerima Banpres itu dengan nilai Rp600.000 setiap bulan selama 3 bulan. Akan tetapi yang diterima oleh masyarakat hanya sebesar Rp150.000.

Advertisement

“Diduga adanya indikasi pemotongan yang dilakukan oleh aparat desa untuk dibagikan kepada masyarakat yang lain jelas menyalahi aturan. Banyak sekali temuan-temuan yang kita dapat di desa ini. Salah satu contoh terjadi pada Ibu Maya Pandini dan Ibu Rusmita, warga Kp. Cikaret RT 03/02 Desa Purasari,” tegas Ali.

“Nama kedua perempuan tersebut [terdaftar untuk] mendapatkan bantuan dari Presiden, tapi nama suaminya juga kembali masuk untuk mendapatkan Banprov. Sementara Banprov yang diterima oleh suaminya tidak utuh, hanya Rp100.000. Sementara Banprov itu nilainya sebesar Rp150.000 dan paket sembako,” pungkasnya.

Reporter: Efri, Tanidi
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*