Aparat Riau Andalkan Aplikasi “Dashboard Lancang Kuning” untuk Capai 97% Keberhasilan Pemadaman Karhutla

Aparat memadamkan kebakaran hutan (stock)
Aparat memadamkan kebakaran hutan (stock)

RIAU (KM) – Asap tebal dan jerebu dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membuat sesak nafas serta langit gelap adalah pengalaman tahunan bagi warga Riau. Namun, tingkat keberhasilan pemadaman di atas 97% dari setiap titik api yang muncul setiap harinya tidak lepas dari peran deteksi dini aplikasi “Dashboard Lancang Kuning Nusantara”.

Aplikasi tersebut dinilai “sangat membantu” petugas agar bertindak secara cepat dan tepat untuk segera memadamkan api di lapangan. Hotspot yang terpantau pada aplikasi akan segera diverifikasi petugas di lapangan dengan melakukan pengecekan yang diarahkan melalui koordinator di Posko. Jika setelah dilakukan pengecekan ditemukan titik api, petugas yang terdiri dari stakeholder terkait akan segera memadamkan api.

Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Rahmad Hidayat mengatakan, memang kurun waktu 3 bulan (Januari sampai Maret) ini, untuk angka titik api meningkat dari bulan ke bulan, dimana bulan Januari ada 129 titik api, bulan Februari 219 titik api dan bulan Maret 425 titik.

“Namun hal itu juga diikuti dengan tingkat keberhasilan dan upaya dalam pemadaman, angkanya juga terus meningkat hingga hampir keseluruhan berhasil kita padamkan. Kami hitung di atas 97% bisa kita padamkan,” jelas Rahmad dalam rilis pers yang diterima KM kemarin 1/5.

Advertisement

Sementara itu Dirkrimsus Polda Riau Kombes Pol Andri Sudarmaji menjelaskan, dari sisi penegakan hukum kasus karhutla selama tahun 2020, Polda Riau dan jajaran telah menangani sebanyak 50 perkara baik perorangan maupun korporasi.

“Dari jumlah kasus tersebut, tersangka sebanyak 57 orang. Sedangkan untuk proses dari 50 perkara yang ditangani, rinciannya adalah 9 kasus yang tahap penyidikan, kemudian 30 kasus sudah tahap I, 2 kasus sudah P21, dan yang sudah ditahap II sebanyak 9 kasus,” jelas Andri.

Sesuai data selama tahun 2020 (Januari hingga Maret) tercatat sebanyak 425 titik api yang terverifikasi dalam Dashboard Lancang Kuning, dimana luas lahan terbakar mencapai 2.338,83 hektar di beberapa wilayah Kabupaten di Riau. Sedangkan yang berhasil dipadamkan oleh petugas Kepolisian bersama TNI dan aparat lainnya termasuk masyarakat dan relawan adalah seluas 2.097,13 hektar.

Sesuai prediksi dari BMKG, di tahun 2020 akan terjadi kemarau yang lebih panjang. “Masa pandemi covid-19 ini tidak menyurutkan upaya Polda Riau dan jajaran untuk terus menjaga agar bisa mengendalikan dan menangani kebakaran hutan dan lahan. Di tengah kondisi penanganan pandemi covid-19, Polda Riau tetap berkomitmen untuk mencapai hasil Provinsi Riau Bebas Asap dan Langit Biru Terlihat di Tahun 2020,” pungkas Kombes Rahmad.

Reporter: Lisa
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*