6 Tahun Buron Merasa Aman dan Pulang Kampung, Pembunuh Ketua RT ini Dibekuk Polisi Saat Bersembunyi di Rumah Tua

(dok. KM)
(dok. KM)

KEBUMEN (KM) – Setelah sempat buron dari tahun 2014, YT (53), warga Desa Karanggadung, Kecamatan Petanahan, Kebumen, akhirnya berhasil diringkus polisi. YT menghilang bak ditelan bumi setelah melakukan penganiayaan terhadap Harjo Wintono (63), perangkat desa setempat hingga meninggal dunia 6 tahun silam dengan cara yang sadis.

Korban menderita luka menganga di bagian perut setelah ditusuk bertubi-tubi oleh tersangka karena kekesalan tak berujung jalan kesepakatan.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan didampingi Kapolsek Petanahan AKP Masngudin mengungkapkan bahwa penganiayaan dilakukan pada hari Jumat 28/9/2014 silam.

Kepada penyidik, tersangka mengaku kesal dengan korban karena menyiram bibit tanaman pepayanya dengan racun rumput sehingga mati dan mengering.

Selanjutnya, dendam semakin mendalam karena korban yang juga Ketua RT tidak mendata tersangka untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Karena kekesalan yang memuncak itu, tanpa ada komunikasi, tersangka mengambil pisau dan menikam korban pada bagian perut. Pada saat itu korban sempat menjalani perawatan medis, namun akhirnya meninggal dunia,” jelas AKBP Rudy pada hari Rabu 13/5/2020.

Tersangka yang panik melarikan diri ke Sumatera, sedangkan barang bukti pisau yang digunakan untuk membunuh korban yang tidak lain adalah adik sepupunya itu dibuang di Selat Sunda, Merak.

Dalam pelariannya tersangka mengaku sering dihantui bayangan korban. Selama 6 tahun menghilang dari kejaran petugas, tersangka selalu berpindah.

Ia terakhir menetap cukup lama di Jakarta dan bekerja sebagai kuli bangunan di sana. Namun karena situasi corona, ia diberhentikan dari pekerjaannya dan memutuskan pulang ke Kebumen.

Pelariannya dirasa aman, dan menganggap kasusnya telah dihentikan oleh Polres Kebumen, tersangka tanpa rasa berdosa nekat nongkrong di warung kopi di daerah Kecamatan Puring, Kebumen.

Ia pun ditangkap Unit Reskrim Polsek Petanahan pada hari Kamis 7/5 sekira pukul 01.30 WIB di sebuah rumah tua di Desa Munggu Kecamatan Petanahan.

“Saya mengira kasusnya sudah selesai karena sudah lama. Saya lari karena takut ditangkap,” kata tersangka YT.

Karena perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 355 Ayat (2) KUH Pidana tentang penganiayaan berat yang menyebabkan matinya korban dan atau Pasal 351 Ayat (3) KUH Pidana tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun kurungan.

Reporter: evie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*