Virus Corona Makan Nyawa 3 Karyawan Freeport, SPKEP SPSI Mimika Desak Agar Diberlakukan Karantina Wilayah untuk Tembagapura

Pimpinan Cabang SPKEP SPSI Kabupaten Mimika, Aser Koyame Gobai (dok. KM)
Pimpinan Cabang SPKEP SPSI Kabupaten Mimika, Aser Koyame Gobai (dok. KM)

TIMIKA (KM) – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC SPKEP SPSI) Mimika, Aser Koyame Gobai menyikapi situasi virus corona yang begitu mendunia. Kini giliranya tersebar ke areal tambang Freeport, dan menyebaban tiga karyawan Freeport meninggal dunia.

“Situasi saat ini tidaklah mudah. Kita belum tahu kapan berakhir. Banyak yang menderita, kesulitan ekonomi, ancaman dirumahkan/PHK, ketakutan dan juga banyak yang sakit serta kena virus covid-19 ini,” kata Aser Gobai kepada Kupas Merdeka di Timika, Jumat 10/4.

“Kami Pimpinan Cabang SPKEP SPSI Kabupaten Mimika mengajak PUK SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia, segera melakukam langkah-langkah konkret berkoordinasi dengan menajemen PT Freeport Indonesia, duduk bersama menyepakati untuk menjaga dan mengatasi, beberapa kemungkinan yang bisa terjadi dari itu selama himbauan pemerintah, pembatasan kontak sosial, kerja di rumah sebagai pusat informasi, mensosialisasi kepada seluruh pekerja/buruh dapat membentuk Tim bersama dan membuka posko penanganan covid-19,” kata Aser.

“Selama kebijakan pemerintah dalam menanggulangi krisis covid-19, pada aspek kesehatan maupun sosial-ekonomi, justru membuat kelas buruh Indonesia menjadi tumbal dalam situasi hari ini,” tambah Aser.

Advertisement

“Pada aspek kesehatan, kerja sama Manajemen Freeport Indonesia dan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Provinsi Papua [dibutuhkan] dalam mencegah dan menanggulangi krisis covid-19,” lanjutnya.

Menururnya, untuk memutus rantai penularan covid-19, pihaknya mendesak manajemen PT Freeport Indonesia agar segera memberlakukan karantina wilayah sesuai Undang-undang No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan terhadap Karyawan dan memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi pasien positif.

Selain itu, menfasilitasi pemeriksaan pekerja dan keluarga yang sentuhan dengan karyawan yang meninggal di rumah sakit Tembagapura dan karyawan positif covid-19 yang sedang opname di Tembagapura. Juga antisipasi untuk menyelamatkan rakyat tani di desa wilayah sekitar agar tetap dapat memproduksi dan terjaga dari penyebaran covid-19.

“Pemerintah Daerah pemberlakuan pembatasan kontak sosial dan kerja di rumah. Manajemen Freeport Indonesia harus menjamin kebutuhan dasar yang mudah dijangkau masyarakat dan memastikan tidak ada diskriminasi sosial selama proses berlangsung,” tutupnya.

Reporter: Ernest
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*