Pedagang Asongan Gantungkan Harapan Kepada Bantuan Pangan Pemerintah yang tak Kunjung Turun

Deni, pedagang songan yang menjual kopi di Jl. Tegar Beriman, Kabupaten Bogor (dok. KM)
Deni, pedagang songan yang menjual kopi di Jl. Tegar Beriman, Kabupaten Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Terus meluasnya wabah virus corona memaksa pemerintah untuk memberlakukan kebijakan-kebijakan pembatasan aktivitas yang berimbas kepada penghidupan warga, terkhusus rakyat kecil yang mengais rezeki dari dagangan harian, yang tidak ada pilihan lain kecuali bergantung kepada bantuan sosial yang dijanjikan oleh pemerintah.

Deni, seorang pedagang kopi keliling di kawasan Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, mengatakan bahwa pendapatan dari hasil jualannya  menurun pesat di tengah kondisi krisis saat ini.

“Aturan pemerintah agar di rumah aja demi menjaga terjadinya penularan-penularan yang semakin bayak dan meluas, lalu kebutuhan pangan kami siapa yang bertanggung jawab? Sedangkan bantuan-bantuan dari pemerintah sampai saat ini belum ada,” ujarnya.

“Harapan saya kepada pemerintah agar segera bisa mengucurkan bantuan penanggulangan covid-19 direalisasikan kepada masyarakat kecil seperti kami yang mendapatkan pengasilan setiap hari dengan jualan kopi,” tuturnya.

Advertisement

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor menjanjikan sejumlah program bantuan sosial bagi sejumlah kategori warga kurang mampu seiring ditetapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bagi wilayah Kabupaten Bogor, mulai Rabu 15/4 esok. Namun, pembatasan aktivitas sebenarnya sudah dilakukan sejak bulan Maret lalu, dengan imbauan-imbauan belajar, bekerja dan beribadah di rumah yang digaungkan oleh pemerintah.

Namun, hingga kini masyarakat Kabupaten Bogor belum mendapat kepastian tentang kapan dan berapa besar serta bentuk bantuan yang akan mereka terima dari pemerintah. Informasi yang beredar pun masih simpang siur, dengan keterangan yang berbeda-beda, dari tingkat pemerintah pusat hingga tingkat kepala desa atau lurah.

Reporter: Efri
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*